Thursday, 24 October 2013

Belajar bisa "Gagal galau"



Manusia itu memang kompleks ya masalahnya.Dari mulai ekonomi,cinta,sampai mencari kebahagian saja jadi masalah.Pagi ini seorang teman mengeluh galau dan tidak bahagia.Apalagi setelah menonton film yang ada dialognya kira-kira seperti ini: "Nggak ada satupun orang dewasa di dunia ini yang bahagia!!"
Maka tambah lah dia galau.Dan dalam hati dia membenarkan dengan bilang: Damn right!!

Saya hanya tertawa.Satu kata yang bisa saya katakan pada dia saat itu: kenapa kamu memenangkan rasa galau?Bahagia itu kamu sendiri yang buat.Kamu masih punya Tuhan kan?Berdoa saja.Menghadap pada-Nya.Dia yang menurunkan dan memberikan rasa galau itu,Dia pula yang akan mencabutnya.Kenapa kamu harus susah payah galau sendiri?Dia kan yang membolak-balikkan hatimu.Minta saja biar tetap tenang dan stay cool.Enteng saja saya ngomong (ya karena sudah kebal galau,jadi gagal galau)

Entahlah.Mudah saja berbicara itu.Tapi bisa mudah juga dilakukan kalau kita paham dengan maksud dan tujuannya.Terkadang empati itu bukannya membuat galau seseorang berkurang,tapi malah makin memanjakan galau nya.Saya ngomong seperti tadi juga pasti dia kesal.Bagus lah kalau dia kesal,berarti omongan saya masuk ke otak dan hatinya sehingga menimbulkan reaksi.Tapi saya lebih yakin kalau di hati kecilnya yang paling dalam membenarkan apa yang saya katakan tadi.Agak lama untuk dipahami,tapi mudah-mudahan sampai ya pesan moralnya kepada jiwanya yang galau.

Maaf ya teman,kalau saya seperti tidak punya empati.Saya hanya berusaha untuk menggagalkan galaumu.Selama ini kau begitu kalah dengan rasa itu.Saya paham,sangat paham,kita sama-sama manusia yang punya hati dalam menyikapi masalah.Tapi bayangkan saja,andai setiap masalah digalaukan,ya siap-siaplah kau mengeluh tak pernah bahagia.Saya juga pernah,bahkan sering galau.Dan itu menurunkan kadar kebahagiaan saya beberapa persen.Mungkin kalau bahagianya sudah hilang kadarnya,biasanya ditandai dengan  "nyesek" yang tidak jelas rasanya di dada.Indikasi terbesar yang mempengaruhi mood seseorang,ya nyesek itu tadi.Kalau sudah begitu,siapapun tidak ada yang bisa mengatasi kecuali orang yang menyebabkan rasa galau tadi.Tapi lama-lama ya lelah juga dikuasai galau.Kalau sudah begitu orang memilih untuk bosan hidup ketimbang bosan galau.Kenapa dia tidak mencoba untuk bosan galau ya?Mungkin yang galau-galau itu harus membenarkan tulisan ini :
 'Rejection doesn't hurt,expectation does.Lies don't kill,denial does.Forget doesn't heal,but Forgive does"
Yang menyakitkan memang harapan tidak sesuai kenyataan.Satu-satunya  cara supaya tidak sakit,buang saja harapannya.Tidak usah melupakan kalau belum sanggup.Cukup maafkan saja.Selesai.The end.Pelan-pelan saja teman.Kita masih sama-sama belajar.Belajar untuk bisa "Gagal Galau".Tulisan ini untuk kamu,dan juga untuk saya.Untuk kita.Dan untuk semua yang sedang dan selalu memenangkan rasa galau.Solusi tinggal solusi.Tapi yang paling terbaik dan menjadi obat yang sangat mujarab untuk menngatasi gagal galau adalah : Berdoa.Buat garis lurus menuju Tuhanmu masing-masing.Pasrahkan saja semua perkara kepada-Nya.Tuhan itu suka pada orang galau,karena disaat galau,itu sebuah 'kode' dari-Nya untuk kita dekat-dekat padanya.Tuhan juga bisa kangen lho sama kita.Cara memanggilnya ya seperti itu,dibuatlah galau biar kita cepat-cepat mencari dan dekat dengan-Nya.Amin...
Have a bless day you all... :)

Not an angel,but also not an stupid evil,
Pretty Octovilova

Marah sama ayam

Apa yang membuat siang ini saya begitu ingin marah sama ayam.Betapa tidak,dengan tidak senonohnya mereka kawin di depan saya,tepat di depan teras rumah dimana saya sedang duduk.Lho?Kok bisa-bisanya marah?Toh mereka hanya hewan yang tidak punya akal dan perasaan.Mau melakukan apa saja ya masa bodoh lah.Namanya juga hewan ini.

Yaa ini dia yang bikin saya lantas marah sama ayam.Saya merasa nasib sedang melakukan dikotomi atas diri saya.Ayam vs Manusia.Bagaimana tidak.Ayam yang diciptakan jauh kurang sempurna daripada manusia macam saya saja sudah kawin.Lha saya yang diberi akal pikiran dan perasaan saja belum melakukan regenerasi macam itu.Apalagi dengan mirisnya hari ini saya meihat teman yang sedang berbahagia memposting undangan pernikahannya.Buru-buru saya tutup medsos itu.Tak lama saya beralih ke smartphone saya.Eh..salah satu teman yang mau menikah sabtu ini menulis status dengan bahagianya sedang luluran untuk persiapan menikah nanti.Cepat-cepat saya tutup (juga) smartphone saya diikuti helaan nafas panjang.Tak lama berselang,ketika semua akses untuk berinteraksi dengan teman saya hindari,eh...ayam tetangga di depan teras malah kawin.Apa lantas itu tidak membangkitkan emosi saya yang sedari tadi sudah saya tahan?Sabar saya hilang setelah melihat ayam tadi.Segera kuraih apapun yang dekat dengan saya pada saat itu.Mainan,bungkus biskuit,saya lemparkan kepada kedua ayam tersebut.Tapi malah nggak pergi.Kesal.Berat kesalnya.Kuraih sapu ijuk.Ini langkah prefentif  terakhir saya,mengibas-ngibaskan sapu ijuk itu pada ayam.Marah-marah begini saya juga masih punya hati lho.Bagus ayamnya tidak saya lempar pake sapu ijuk itu.Cuma dikibas.Pergilah ayam tadi.Habis ayamnya pergi,galau.Tahu sih ayam itu tidak bermaksud meledek saya,tapi rasanya saya terledek.Apa sih saya ini.ayam saja bisa kawin,saya saja susah.Astaghfirullah...lagi-lagi merutuk.(Dosa itu padahal).

Kembali saya merenung.Apa saya jadi ayam saja biar bisa melakukan regenerasi?Bodoh.Ayam kan tidak berakal.Mau melakukan dimana saja dia tidak menanggung dosa.Kalau saya jelas akan berdosa.Ayam boleh melakukan dimana saja.Lantas saya kalau melakukan dimana saja?Apa saya tidak ditahan polisi.Belum lagi didakwa dengan pasal berlapis-lapis.Belum lagi karakter yang terbunuh.Lantas dilanjut dengan pertanggung jawaban di akhirat.Lalu kenapa saya harus marah sama ayam?

Mungkin ayam hanya menguji saya.Seberapa sabar saya menanti jodoh saya.Melihat ayam tadi saja sayaasudah merutuk.Berarti saya belum sabar.Bagamana saya mau diberikan pasangan yang baik,kalau saya saja masih gagal memperbaiki diri,apalagi menahan sabar.Menghadapi ayam saja saya tidak sabar.Bagaimana nanti kalau menghadapi suami?

Boleh dikatakan ini adalah refleksi kekecewaan saya terhadap diri saya,bukan pada nasib.Saya yang harus banyak belajar pada ayam tadi,bahwa melakukan regenerasi tidak boleh sembarangan,tidak seenak-enaknya saja.Kawin atau menikah itu tidak semudah melakukan seperti ayam tadi.Andai bisa semudah itu,maka hancurlah diri saya.Di mata manusia dan di mata Tuhan karena sembarangan mengindahkan nafsu saya.Ayam itu melakukan karena nafsu,karena naluri hewani nya.Sementara saya melakukannya karena ibadah.Oleh karena itu saya harus benar-benar melibatkan Tuhan saya pada hal semacam ini.Hati boleh meminta dengan siapa saya mau berjodoh,tetapi Tuhan lah yang menentukan dengan siapa saya berjodoh.Karena saya bukan ayam yang sembarangan menemukan pasangan lalu kawin.Lantas,kenap saya (harus) marah sama ayam ya?

Not an angel,but also not an stupid evil,
Pretty Octovilova

Wednesday, 23 October 2013

Enigma

Enigma.Sesuatu yang sukar untuk dipahami.Mengandung misteri.Sama seperti yang saya alami.Saya merasa selama ini hidup dengan normal dan apa adanya.Hidup dengan masyarakat yang majemuk,dengan suku bangsa,adat istiadat yang beragam.Saya bertugas sebagai manusia yang juga tidak partikular.Menjalani pola hidup yang (diusahakan)seimbang.Bersosialisasi,makan,minum,ibadah,jatuh cinta dan menghirup oksigen sama seperti yang lain.Semuanya terlihat memiliki similaritas dengan makhluk hidup lainnya.

Sampai pada suatu saat saya tersadar,bahwa ada yang salah dengan tubuh saya.Ini yang membuat pada akhirnya saya merasa memiliki "differential".Ditandai dengan rasa sakit di tubuh yang selalu berpindah-pindah.Hari ini di perut,besok di kepala dan lusanya bisa di bahu dan leher dengan sakit yang cukup menyiksa.Lalu saya merasa lebih sensitif terhadap keberadaan para makhluk yang 'tak kasat mata'.Berat badan yang turun drastis.Kemunduran pemikiran,ketidak stabilan emosi,sulitnya dan malasnya untuk beribadah terutama pada saat subuh,merasa minder berlebihan,dan serasa ingin mati saja karena hidup tak berguna,mimpi buruk hampir setiap malam(padahal aku berdoa setiap sebelum tidur)..Belum lagi kesialan-kesialan yang (menurutku) tidak masuk akal.Kesulitan menemukan pekerjaan baru,gagal usaha,gagal membina hubungan,dan semua kegagalan yang dulunya kuanggap biasa namun pada akhirnya menjadi pemikiran yang luar biasa akhir-akhir ini.Yah..saya pikir ini adalah ujian dari yang Maha Kuasa.Setabah apa saya harus menjalani.Tapi mengapa semakin lama semakin mengganggu dan membuat saya nyaris putus asa?

Hingga pada suatu saat saya tanpa sengaja membaca sebuah artikel tentang mengimani para makhluk hidup lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT.Makhluk itu bernama 'JIN'.Ah,tak pernah terbersit di kepalaku untuk mempercayai keberadaan makhluk tersebut.Satu yang ada dalam keyakinan saya,jin itu korelasi nya jelas kepada kemusrikan.Harga mati,dan saya tidak mau berurusan dengan makhluk itu.Tapi tetap ada rasa penasaran yang membuat mataku terus membaca artikel itu.Sampai pada satu alinea yang menyebutkan 'tanda-tanda tubuh anda dihuni oleh jin',itu yang membuat saya tercengang.karena ada lebih dari tujuh ciri-ciri tersebut ada dalam diri saya.Lhoo?Masa iya sih tubuh saya ditumpangi makhluk macam itu?

Penasaran saya harus dibayar.Segera saya membuka google dan mencari artikel yang serupa untuk memastikan kebenarannya.Dan sudah sepuluh artikel dari sumber yang berbeda menyebutkan tanda-tanda yang sama persis seperti yang ada di tubuh saya.Jelas ini menimbulkan kegelisahan.Segera saya menghubungi seorang teman yang memiliki kolega ustad yang notabene adalah ustad yang sebenarnya.Saya ingin menanyakan hal tersebut dari kacamata agama apakah hal seperti itu ada atau tidak,benar atau tidak melanda saya.Lalu saya disarankan untuk mendownload ayat-ayat ruqyah yang berisi ayat suci Al Quran.Apa??RUQYAH??.Kembali lagi saya terbayang akan kesurupan massal yang mengharuskan ritual 'Ruqyah' dilakukan.Ah..itu kan musrik.Lagi-lagi keidealisan saya muncul.Tapi jangan memandang negatif dulu lah.Coba lah saya telaah lebih dalam lagi,mungkin saja ada yang sesuai syariah dan tidak mengandung kemusyrikan.Setelah diberi link download ayat-ayat ruqyah tersebut,saya mulai mencoba memahami.Ternyata semua sesuai syariah dan tidak mengandung kemusyrikan,karena semua murni dalam prosesnya membacakan ayat-ayat suci AlQuran.Dan satu hal yang membuat saya lebih lega,bahkan ada hadist Rasulullah SAW yang memperkuat keberadaan Ruqyah tersebut.Bahkan orang se suci Rasulullah yang nyaris tak pernah berbuat dosa pun pernah di Ruqyah langsung oleh Malaikat Jibril karena pernah dikirimi sihir dari seorang Yahudi.Subhanallah...saya merasa lega.Maka prosesi ruqyah mandiri yang dianjurkan untuk saya,saya lakukan untuk mencari pembuktian.Tak lama kemudian,saya mendengarkan ayat-ayat ruqyah itu dari notebook saya.Baru 5 menit mendengarkan,tubuh saya bereaksi aneh.Badan saya terasa panas.Lalu saya merasakan seperti ada yang berjalan dibawah kulit saya dan menimbulkan kedutan-kedutan kecil.Sepuluh menit kemudian,perut saya mulai terasa panas dan mual.wah,gejala apa ini?Cepat-cepat saya hentikan mendengarkan ayat ruqyah tersebut.Ternyata itulah ciri-ciri yang sebenarnya jika tubuh dihuni oleh jin.Badan akan segera bereaksi ketika mendengarkan ayat-ayat suci,karena jin tersebut merasa 'kepanasan' dibacakan ayat suci tersebut.Subhanallah...masih belum juga percaya,saya hubungi teman saya kembali untuk minta dicarikan ustad yang bisa melakukan ruqyah yang sebenarnya.Walau tidak bisa hari itu juga,yang penting saya harus segera diobati dan mencari pembenaran atas apa yang telah saya  alami.Penasaran masih membayangi.Ada rasa khawatir jika dibiarkan.Pantas saya begini,pantas saya begitu,dan semua hal-hal pantas mulai satu-satu berlari di pikiran saya.Mencari korelasi dari apa yang telah terjadi selama ini.Semua rasa campur aduk.Tapi memang,menurut pengakuan seorang teman kalau saya memang mengeluh tidak sewajarnya,dan itu diluar kesadaran saya.Minder dan takut berlebihan,keinginan untuk cepat mati,sulit jodoh,itu yang dia besar-besarkan.Ah sudahlah.Harus melakukan sebuah effort agar jelas juga jawabannya.Lalu pada malam hari nya saya mencoba lagi mendengarkan ayat ruqyah tersebut,tapi kali ini lebih lama.Reaksinya masih sama.Panas,bergetar,kedutan,mual.Tapi kali ini mualnya lebih hebat.Setelah 20 menit didengarkan saya tak sanggup menahan rasa ingin muntah.Saya menyerah.Muntah
 dan rasa sakit yang luar biasa di lambung.Padahal saya sedang tidak sakit maag pada saat itu.Hanya muntah busa saja,tak ada sisa makanan yang saya makan tadi sore.Perih yang luar biasa.Pada saat itu mama saya lah yang menyaksikan kejadian tersebut.Ia pun merinding ketakutan melihat saya muntah-muntah.Dan mulai panik dengan menyuruh agar segera melakukan ruqyah saja supaya diobati.Malam itu saya tidur dengan banyak kegelisahan dan berdoa semoga tidak mimpi buruk lagi seperti malam-malam kemarin.

Keesokan harinya,saya kembali menagih janji pada teman saya yang mau mencarikan ustad untuk ruqyah.Tetapi rupanya belum ada jawaban dari sang ustad.Mungkin jadwal nya penuh.Ah,ini harus diselesakan hari ini juga.Tidak bisa tidak.Lalu saya mulai mencari di internet,tempat mana saja yang bisa melakukan ruqyah syariah dan tidak menyimpang.Akhirnya saya menemukan sebuah tempat pengobatan ruqyah yang sesuai syariah.Tanpa ragu-ragu saya telpon dan menanyakan apakah pengobatannya bisa dilakukan hari ini.Alhamdulillah,ternyata bisa.Dan akhirnya saya berangkat kesana dengan rasa penasaran.Sampailah saya di tempat pengobatan ruqyah tersebut.Tanya jawab pun terjadi antara saya dengan petugas disana.Ternyata benar,semuanya syarri'yah.Tak perlu menunggu lama,akhirnya saya dipanggil ke sebuah ruangan.Alhamdulillah nya ternyata yang me ruqyah saya adalah seorang akhwat(wanita),sehingga saya tidak perlu merasa canggung.Setelah berwudhlu,saya mulai didiagnosa.Pertama-tama menggunakan diagnosa secara medis yaitu dengan diagnosa Iradiologi,dimana diagnosa tersebut dilakukan dengan cara pupil mata saya difoto dan kemudian dibaca sesuai dengan tanda-tanda yang ada di pupil mata saya.Diagnosa ini dilakukan karena sebelumnya saya mengeluhkan penyakit yang saya derita,hanya seputaran kepala,perut dan bahu serta persendian yang sudah berlangsung cukup lama.Ternyata tidak ada penyakit yang serius disana.Saya punya sistem imunitas tubuh yang bagus dan kuat.Tidak ada masalah yang serius,hanya saja ada gangguan di usus yang menyebabkan sembelit,dan itu sudah biasa saya alami.Saya hanya disarankan banyak minum air putih dan banyak makan sayuran juga buah.Lalu sakit-sakit di kepala itu apa?Nyeri di lambung dan juga bahu serta sendi yang sering berpindah-pindah itu apa?Tidak ada dalam diagnosa secara medis tersebut.Kolestrol ok,tekanan darah pun baik walau agak sedikit rendah.Baiklah.Satu bukti logis yang tidak bisa saya pahami.Demikian pula oleh sang peruqyah.Lalu dia mengajak saya ke sesi berikutnya.Menanyakan kondisi apa yang saya rasakan selama ini,dan bagaimana kronologisnya sehingga saya datang dan minta untuk di ruqyah.Ya saya ceritakan saja semua pengalaman-pengalaman aneh setelah mendengarkan ayat-ayat ruqyah.Tanpa mencoba untuk menambah ruwet pikiran saya,dijelaskanlah mengapa saya mengalami itu semua.Ada kemungkinan besar bahwa seseorang mengirim makhluk tersebut untuk mendiami tubuh saya,agar kehidupan saya menjadi tidak lebih baik bahkan hancur.Atau bisa saja memang ada jin yang masuk ke tubuh saya sendiri,tetapi entah bagaimana prosesnya,makhluk tersebut sudah mendiami tubuh saya cukup lama.Bisa jadi karena keimanan saya yang masih kurang sehingga mudah dimasuki oleh makhluk semacam itu.Wallahualam.Yang pasti,sang peruqyah tersebut memang sesuai syariah.Dia tak bisa melihat ada jin di tubuh saya.Karena menurutnya yang punya kemampuan 'bisa' melihat makhluk itu kembali adalah yang sama-sama menggunakan kekuatan jin tersebut,dan itu jelas-jelas dilarang oleh agama,yaitu berkolaborasi dengan makhluk lain selain manusia.Jadi menurutnya,untuk membuktikan ada atau tidaknya makhluk tersebut bersarang di tubuh saya,harus dilakukan ruqyah tersebut.Jika nanti dalam proses ruqyah saya mengalami reaksi panas,kesemutan,mual dan rasa ingin muntah,berarti memang benar saya mengalaminya.Tanpa berlama-lama,kami memulai proses ruqyah tersebut.Dengan keadaan masih bersuci,menghadap kiblat,saya diminta untuk duduk dengan rileks dan memasrahkan diri pada yang Maha Kuasa,dan berdoa bagi diri sendiri agar diberikan kesembuhan karena sesungguhnya untuk sembuh adalah hak prerogtif Allah,bukan saya atau peruqyah tersebut.Kami hanya sama-sama melakukan ikhtiar.Setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh peruqyah tersebut,prosesi ruqyah dimulai.Dengan memegang ubun-ubun saya,ia mulai membacakan Al Fatihah dilanjutkan dengan Al Baqarah.Tubuh saya pelan-pelan mulai hangat.Kemudian ia pindah memegan batang leher saya,dan melakukan sedikit gerakan tekanan.Subhanallah..muka saya terasa kesemutan,sesak napas dan pusing yang hebat.Entah bacaan ayat apalagi,saya sudah tidak menyimak dengan konsentrasi.Karena badan saya mulai panas,kaki mulai kesemutan,kepala pusing,dan perut pun mual.Rasa ingin muntah sudah terasa,apalagi ketika sang peruqyah menepuk dan memukul pelan bahu saya sambil dibacakan Surat Al Jin.Sontak saya merasa mual dan langsung muntah-muntah.Hanya cairan dan busa yang berwarna agak kemerahan.Saya sudah merasa lemas dan pasrah.Setelah selesai muntah-muntah,berhentilah proses ruqyah tersebut.Saya terus ber istighfar dan pusing.Lalu saya diberi minum dan setelah itu sang peruqyah menganjurkan saya melakukan terapi bekam agar lebih paripurna prosesnya.Bekam tersebut dilakukan dengan tujuan agar menyedot darah-darah kotor yang ada di dalam tubuh.Satu hal yang membuat saya lebih kaget,ternyata jin itu masuk melalui jalan darah yang ada di dalam tubuh kita.Maka dari itu dilakukan bekam agar si makhluk tersebut ikut keluar bersama darah yang disedot pada proses bekam nanti.

Sebelum melakukan proses bekam,saya kembali meminta pembenaran akan apa yang saya alami.Ya,hal ini akhirnya dibenarkan oleh sang peruqyah bahwa ternyata makhluk itu sudah mendiami tubuh saya cukup lama.Lalu ia bertanya apakah saya pernah mengikuti ajaran-ajaran sesat atau punya semacam 'jimat' dalam tubuh saya.Naudzubillahimindzalik.Itu saja yang terlontar dari mulut saya.Saya tidak pernah melakukan hal sebodoh dan seburuk itu sebelumnya.Walau pendalaman agama saya masih kurang,tapi saya berusaha agar terus berkiblat pada ajaran Rasulullah SAW,dan tidak mau menyimpang dari jalur yang ada.Akhirnya kami berdiskusi.Ya..bisa saja dari orang-orang yang tidak menyukai saya.Siapa tahu,karena dalam hidup bersosialisasi,kita tidak pernah tahu ada yang suka atau yang benci secara mendalam diam-diam di dalam hati.Wallahualam.Jadi saya memilih untuk tidak mencari siapa yang mengirim makhluk tersebut kepada saya.Lebih baik lakukan bermacam ikhitiar agar makhluk tersebut bisa cepat-cepat keluar dari tubuh saya,karena rasa sakitnya sudah cukup menyiksa saya.Entah jin macam apa,saya pun sudah tidak mau tahu lagi.Saya hanya terus berdoa meminta dilancarkan proses pengeluaran makhluk tersebut dari tubuh say.Proses bekam pun dilakukan sambil saya diperdengarkan ayat-ayat ruqyah.Pusing.Lemas.Itu saja yang saya rasakan.Lelah yang hebat.Lalu sebelum pulang,saya tanyakan kembali proses pengobatan apalagi pasca ruqyah tersebut.Ia hanya meminta agar saya melakukan ruqyah mandiri,yaitu meruqyah diri sendiri dengan mendengarkan ayat suci Al quran tersebut.Lalu saya harus istiqomah menjaga wudhlu serta sholat tepat pada waktunya.Intinya terus membentengi diri dengan berdoa dan beribadah.

Keesokan harinya saya merasa sedikit lebih ringan.Namun keanehan demi keanehan masih terjadi.Saya mulai merasakan sakit yang berpindah-pindah,tapi lebih sering dari biasanya.Setiap mendengarkan ayat ruqyah,saya terus muntah dan kesemutan serta kedutan.Hampir setiap hari saya mengalami itu.Sakit di perut terus menjadi-jadi.Lebam-lebam kecil keluar sedikit demi sedikit.Dan juga rasa sakit seperti dipukul,padahal saya tidak mengalami kekerasan secara fisik.Lalu rasa pusing yang membuat saya makin emosional.Rasanya seperti ada yang bergaung di kepala saya.Setiap mendengar bunyi yang saya tidak suka,rasanya mau marah.Di hari ke tiga saya mulai mengobati dengan cara yang bebeda yaitu Quran healing.Setiap selesai sholat maghrib,saya harus membaca ayat Al Baqarah ayat 1-14,ayat kursi lalu dua ayat terakhir surat Al Baqarah (285-286).Subhanallah...setiap sehabis membaca itu,saya kembali muntah.Jangan salah,muntah itu bukan berarti tidak baik.Justru muntah itu adalah jalan keluar jin dari tubuh kita,karena dia sudah merasa kepanasan dan tidak nyaman dalam tubuh kita,maka ia akan keluar dengan cara muntah tersebut.Selain itu juga bisa keluar melalui keringat,atau ketika buang hajat/buang air kecil.Dan sesungguhnya rasa sakit yang saya alami sebenarnya bukanlah saya yang mengalami,tapi makluk tersebut.Memang luar biasa sakitnya.Walau sampai saat ini saya masih tiak tahu apakah semua makhluk tersebut sudah keluar dari tubuh saya seluruhnya atau belum,saya tidak bisa memastikan.Yang pasti,proses ruqyah mandiri harus terus saya jalankan sampai saya merasa benar-benr tidak merasakan sakit lagi.Semoga proses ini dilancarkan,dan segera disembuhkan agar jalan saya menuju rizki,jodoh serta ibadah saya menjadi lebih baik.Proses minta ampun atas kesalahan dan dosa yang menurut saya begitu sempurna Allah turunkan kepada saya.Proses pembersihan diri menuju ke arah yang lebih baik,serta semakin mendalami konsep Ridho Allah terhadap kehidupan saya.Jika Allah saja ridho saya mengalami ini,kenapa saya tidak.Semoga.Hingga tulisan ini saya buat,saya masih melakukan proses ruqyah mandiri.Saya yakin,yakin akan kesembuhan ini,karena jika Allah menurunkan penyakit,maka obatnya sekaligus Ia turunkan juga.Inilah ujian yang indah menurut saya .Alhamdulillah saya mengalami ini,bahkan berterima kasih kepada siapapun yang menyantet saya.Karena dia lah saya semakin dekat dengan Allah SWT.Wallahu'alam bisawab....

Makhluk Allah yang dipinjami bumi untuk menangis,tertawa dengan caraku sendiri,
Pretty Octovilova

PULANG

Bilakah aku berhenti menghamba pada kesempurnaan dunia.Semakin cadung jiwa jauh berlayar,semakin dekat dengan pulang pada Sang Maha.Gerak-gerik terpaku takdir.Gembira,susah adalah warna pelangi.Airmata sudah biasa kutengguk bergelas-gelas seperti menikmati susu segar.Tertawa adalah cemilan manis yang jarang kusentuh karena harganya terlalu mahal untuk dibeli.Padahal tugasku ringan di dunia ini.Menikmati hal tadi dengan dahi yang tetap sujud.Tapi kadang aku pongah mengangkat dagu.Hingga urat-uratku terlihat menghijau.Aku lupa pada.tugasku bersujud.Dahiku bening hanya kasat mata manusia.Tapi di mata Sang Maha,dahiku sudah hitam legam karena tak pernah dibasuh dengan air dan cahaya.
Aku lalai.Lalai pada jalan lurus yang sudah ditunjukkan untuk pulang.Airmataku tidak kunikmati untuk menyesali dosa-dosa.Tertawaku menjurus pada pijar dunia yang memaku.Sesal terus melayang-layang seperti roh penasaran.Malu menyelendangi berhiaskan biduri nan pucat pasi.
Oh Sang Maha,berapa kilometer lagi aku harus melangkah terseok menuju jalan pulang?Tegarkanlah sebelum raga menua.Pulangkan aku dengan bentangan ridho-Mu...selendangi aku dengan tangis dan doa para manusia pilihan-Mu..amin...

Friday, 18 October 2013

Kenapa kau menghalangi waktu?

Selama ini kita hanya bisa bertemu di ruang rindu,dimana hanya kita yg tahu keberadaannya.Kita terlalu sempurna menutupi rasa yg terbilang cacat adanya.Dengan waktu yg terus berjalan,kita pun terus menyatukan roh.Bersenyawa.Hingga setelah menyatu,datanglah hal yg wajib kita patuhi.Setiap roh yg sudah satu suatu saat harus terpisahkan.Kita sedang bersiap-siap menjemputnya.Entah itu kapan.Kemarin Aku sudah berusaha melepaskan roh mu.Tapi aku sesak napas.Rasanya seperti dihujam  ribuan pedang.Sakit.Lalu buru-buru kupanggil kembali roh mu.Perlahan sakitnya menghilang.Aku pun tenang.Pantaslah kau tak pernah berusaha untuk melepaskan roh mu dariku.Karena ini rasanya.Tapi walau begitu,aku akan terus berusaha melepaskanmu.Karena Tuhan lebih tahu,kau hanya bisa menemani roh ku,tapi tak mampu menjaganya.Kau akan terus membiarkan roh ku melayang-layang.Membiarkan siapapun bsa memegangku.Karena kau pun berlaku hanya ingin ditemani roh ku,tapi tak untuk mengabdi padamu.Lantas untuk apa kita bersatu,jika kita berbeda dalam banyak hal?Sebaiknya kau pun lepaskan saja jika aku bukanlah inginmu.Tapi kenapa kau selalu berusaha menghalangi waktu agar aku tak segera lepas dari roh mu sayang?

Tuesday, 15 October 2013

IBA

Mengapa waktu belum menyudahi kita?Aku sudah kelelahan.Kelelahan menghindarimu.Kelelahan melepaskanmu.Kelelahan bersikap padamu.
Pasti.Ketika kehilanganmu adalah kesakitan.Tapi kelelahanku usai.Aku sudah tak lagi menghidupkan harapan yang sulit mati.Aku sudah tak kecapaian berlari menghindarimu.Semua akan melegakan lambat laun.
Kita sudah dipagari kawat duri.Lewati maka akan mati.Diam di dalamnya kita terpenjara dalam ketidak pastian.Jiwa kita sudah dipasung dengan batasan yang tak boleh dilanggar.Kita dilarang mencintai.Karena aku salah untukmu.Dan kamu terlalu benar untukku.
Sudahlah..berhentilah menaruh  iba terus padaku.Ayo,sedikitlah tega padaku.Pergilah.Atau bawalah kehadapanku yang jauh lebih baik dariku.Maka aku tak akan menutup mata pada kenyataan itu.Akan kubiarkan mataku terbelalak,aku rela menyakiti diri sendiri.Demi harga sebuah ketenangan, kepasrahan dan keikhlasan.
Atas nama cinta,pergilah...walau kau terus ada,ini bukan cinta,tapi iba.

I love us,
Pretty

Sunday, 13 October 2013

Tak bisa menghamba pada ragu

Sudah tahu ragu,aku pun masih bertahan.Aku memintal benang kusut sendirian ketika ragu.Aku berdiri (jelas) pada ketidak pastian.Aku meng hiperbola rasa ragu.Aku dan hari bergelut dengan ragu.Tapi aku tak pernah mau meyakini keraguan itu.Karena aku yakin,ragu tak akan lama-lama bertahta disana.Akan kupatahkan dengan alibi dan keras kepalaku.Hari ini aku bisa berdamai dengan raguTapi besok belum tentu.
Aku selalu mencari siapa yang salah dalam memenangkan ragu.Aku bisa menyalahkan hati,karena selalu merasa sejalan dengan ragu.Namun bisa juga kupersalahkan logika yang (juga) bermain-main dengan fakta.Apakah aku ini hamba sang ragu?Jelas aku bertanya seperti itu,karena hampir setiap hari ia datang merajai kepalaku.Merajai hatiku.Mungkin hamba yang hanya sesaat.Kan sudah kubilang,ia bisa kupatahkan dengan alibi dan keras kepalaku.Ya,aku keras kepala,keras kepala memenangkan alibiku.Keras kepala mengalahkan keraguan.Aku jadi tak mau menghamba pada ragu.Oh,,apakah pada keras kepala aku menghamba?Tidak juga.Keras kepala masih bisa melunak.Ia bisa melunak oleh sebuah rasa yang kuat.Lebih kuat dari ragu.Lebih kuat dari keras kepala.Dan kurasa dialah yang paling meraja dari semua rasa.CINTA.Cinta lah yang mengalahkan keraguanku.Cinta lah yang melunakkan keras kepalaku.Cinta lah yang membawa aku keluar dari benang kusut itu.Cinta,Cinta,Cinta.Kepada cinta lah (ternyata) aku menghamba...