Manusia itu memang kompleks ya masalahnya.Dari mulai ekonomi,cinta,sampai mencari kebahagian saja jadi masalah.Pagi ini seorang teman mengeluh galau dan tidak bahagia.Apalagi setelah menonton film yang ada dialognya kira-kira seperti ini: "Nggak ada satupun orang dewasa di dunia ini yang bahagia!!"
Maka tambah lah dia galau.Dan dalam hati dia membenarkan dengan bilang: Damn right!!
Saya hanya tertawa.Satu kata yang bisa saya katakan pada dia saat itu: kenapa kamu memenangkan rasa galau?Bahagia itu kamu sendiri yang buat.Kamu masih punya Tuhan kan?Berdoa saja.Menghadap pada-Nya.Dia yang menurunkan dan memberikan rasa galau itu,Dia pula yang akan mencabutnya.Kenapa kamu harus susah payah galau sendiri?Dia kan yang membolak-balikkan hatimu.Minta saja biar tetap tenang dan stay cool.Enteng saja saya ngomong (ya karena sudah kebal galau,jadi gagal galau)
Entahlah.Mudah saja berbicara itu.Tapi bisa mudah juga dilakukan kalau kita paham dengan maksud dan tujuannya.Terkadang empati itu bukannya membuat galau seseorang berkurang,tapi malah makin memanjakan galau nya.Saya ngomong seperti tadi juga pasti dia kesal.Bagus lah kalau dia kesal,berarti omongan saya masuk ke otak dan hatinya sehingga menimbulkan reaksi.Tapi saya lebih yakin kalau di hati kecilnya yang paling dalam membenarkan apa yang saya katakan tadi.Agak lama untuk dipahami,tapi mudah-mudahan sampai ya pesan moralnya kepada jiwanya yang galau.
Maaf ya teman,kalau saya seperti tidak punya empati.Saya hanya berusaha untuk menggagalkan galaumu.Selama ini kau begitu kalah dengan rasa itu.Saya paham,sangat paham,kita sama-sama manusia yang punya hati dalam menyikapi masalah.Tapi bayangkan saja,andai setiap masalah digalaukan,ya siap-siaplah kau mengeluh tak pernah bahagia.Saya juga pernah,bahkan sering galau.Dan itu menurunkan kadar kebahagiaan saya beberapa persen.Mungkin kalau bahagianya sudah hilang kadarnya,biasanya ditandai dengan "nyesek" yang tidak jelas rasanya di dada.Indikasi terbesar yang mempengaruhi mood seseorang,ya nyesek itu tadi.Kalau sudah begitu,siapapun tidak ada yang bisa mengatasi kecuali orang yang menyebabkan rasa galau tadi.Tapi lama-lama ya lelah juga dikuasai galau.Kalau sudah begitu orang memilih untuk bosan hidup ketimbang bosan galau.Kenapa dia tidak mencoba untuk bosan galau ya?Mungkin yang galau-galau itu harus membenarkan tulisan ini :
'Rejection doesn't hurt,expectation does.Lies don't kill,denial does.Forget doesn't heal,but Forgive does"
Yang menyakitkan memang harapan tidak sesuai kenyataan.Satu-satunya cara supaya tidak sakit,buang saja harapannya.Tidak usah melupakan kalau belum sanggup.Cukup maafkan saja.Selesai.The end.Pelan-pelan saja teman.Kita masih sama-sama belajar.Belajar untuk bisa "Gagal Galau".Tulisan ini untuk kamu,dan juga untuk saya.Untuk kita.Dan untuk semua yang sedang dan selalu memenangkan rasa galau.Solusi tinggal solusi.Tapi yang paling terbaik dan menjadi obat yang sangat mujarab untuk menngatasi gagal galau adalah : Berdoa.Buat garis lurus menuju Tuhanmu masing-masing.Pasrahkan saja semua perkara kepada-Nya.Tuhan itu suka pada orang galau,karena disaat galau,itu sebuah 'kode' dari-Nya untuk kita dekat-dekat padanya.Tuhan juga bisa kangen lho sama kita.Cara memanggilnya ya seperti itu,dibuatlah galau biar kita cepat-cepat mencari dan dekat dengan-Nya.Amin...
Have a bless day you all... :)
Not an angel,but also not an stupid evil,
Pretty Octovilova

No comments:
Post a Comment