Friday, 11 October 2013

Ibunda

Tegar saja aku dalam sujudku.Berusaha untuk tidak menangis.Menguraikan idealisme,kelemahan dan keyakinan yang kupunya dalam bentuk doa.Dengan sadar aku meminta…Tiupkan nafas cinta-Mu ke dalam jiwa yang penuh sakit ini…
Pada satu titik aku lemah…padahal kalau aku melihat satu raut wajah itu aku akan kuat…Bukan aku tak meminta

kekuatan dari-Mu Tuhan…Tapi sepertinya Engkau menitipkan kekuatan itu melalui senyum dan wajahnya…Walau terkadang sakit ku melihatnya…Karena belum sanggup membahagiakannya dengan utuh…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Proses yang Engkau titipkan padanya begitu berat…Mulai dari Engkau titipkan badan ini di rahimnya…Hingga merelakannya tak tidur demi menjagaku…Pegal seluruh badannya karena harus mencucikan bajuku…Dan seribu kelelahan-kelelahan yang sebab akibatnya oleh karena anaknya ini...
Ibundaku,Ya Tuhan…
Ketika kecil kukuras semua perhatiannya demi aku tak menangis…Tapi begitu dewasa, ialah yang menangis diam-diam karena anaknya yang tak sering memperhatikannya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Dimana ketika anaknya tertidur lelap…diciumnya penuh kasih…menyesali telah memarahi buah hatinya hanya karena memecahkan sebuah gelas…Tak malu meminta maaf karena telah menyakiti hati anaknya…Tapi aku Tuhan…Setelah menyakiti hatinya sadar ataupun tidak sadar,aku tak pernah menciumnya…Lebih sering lupa meminta maaf…bahkan jarang menyesalinya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Masih rajin menyebutkan nama anak-anaknya dalam Doa…Masih menangisi anaknya yang sudah mulai menanggung beban hidup…Dan masih mengingat makanan kesenangan anak-anaknya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Dengan sadar aku meminta…Jadikanlah tiap bulir airmata yang jatuh demi anak-anaknya ini menjadi mata air surga di akhirat nanti…Jadikanlah setiap lelah karena mengurus anak-anaknya sebagai kasur dan bantal yang empuk di surga nanti…Dan jadikanlah wajah letihnya menjadi seperti Bidadari ataupun menjelma menjadi Malaikat yang sangat cantik …..

No comments:

Post a Comment