Wednesday, 30 October 2013

Kryptonite

"Kryptonite is a fictional material from Superman mythos-the ore form of radioactive element from Superman's home planet of Krypton.Within the mythos,it is a ultimate natural weakness of Superman and most other Kryptonians"

Saya suka cara kerja benda yang satu ini,bisa melemahkan sebuah kekuatan super yang biasanya digunakan untuk menghancurkan gedung pencakar langit sekalipun.Walau tampaknya malang sekali bila Superman terkena benda hijau tersebut,tapi saya selalu terkagum-kagum bila Kryptonite ini sudah bekerja dengan baik.Sangat bisa melemahkan.Inilah pertanda bahwa manusia sekuat apapun dia bertenaga,tetap ada saja satu hal yang bisa menjadi kelemahannya.Setinggi-tingginya kedudukan seorang Pejabat,akan lemah dan jatuh oleh karena wanita,dan wanita itulah yang merupakan Kryptonite-nya.Seorang yang jujur dan berilmu tinggi,bisa terjerumus karena uang.Dan uang itulah yang jadi Kryptonite (juga).Apapun di dunia ini,bahkan semutakhir apapun sebuah program computer,akan lemah tak berdaya oleh virus.Virus lah sang Kryptonite nya.


Seluruh aspek kehidupan pasti akan dilemahkan oleh sebuah unsur yang fungsinya similar dengan Kryptonite.Dan menurutku,hawa nafsu itulah sang Kryptonite.Ia melemahkan segala macam bentuk keyakinan.Master of kryptonite.Hawa nafsu.Sumber dari segala kehancuran.Terlalu bernafsu ingin memiliki sesuatu,hingga sanggup melakukan hal-hal bodoh atau criminal sekalipun.Terlalu bernafsu ingin meraih sesuatu,sanggup menghalakan segala macam cara agar bisa terwujud.


Lantas untuk apa manusia bersusah payah menjadi manusia Super Power dengan menghancurkan segala penghalang kalau ia tak pernah menyadari sang Kryptonite tersebut selalu mengintainya dan bisa menjatuhkan dengan cara apapun.Bukan musuh kasat matanya yang bisa menghancurkan.Tapi master of kryptonite-lah yang bersinergi dengan baik dalam menjalankan misinya.Terkecoh.Luput.Tak terelakkan.Menghancurkan,membinasakan,dan memenjarakan hak hidupnya.Manusia itu hancur,tapi tidak bersamaan dengan Kryptonite –nya sendiri.Tetap saja sang Kryptonite terkekeh-kekeh menertawakan yang telah terjadi.Tragis.


Saya,anda atau siapapun,pasti memiliki Master of Kryptonite.Ia tidak akan bisa musnah selama manusia masih bernafas.Ia akan terus ada,di depan,di belakang,di atas ataupun dibawah.Mengitari,menari-nari mengejek bahkan melakukan afiliasi dengan nasib.Cara mengalahkannya hanya satu.Ingatlah pada sang Maha Pencipta.Maha Pencipta tidak sekeji itu menempatkan Kryptonite pada diri kita,Ia hanya ingin menguji seberapa kuat kita tidak mengikuti,menghamba pada  Master of Kryptonite atau hawa nafsu tersebut.Kita lah yang punya kendali atas Kryptonite itu.Jangan kuatkan pancaran sinar hijau nya ketika kita mulai tergoda oleh  indahnya perhiasan dunia.Tundukkan kilau hijau nya pada lima kali sujud dalam sehari. Lemahkan kekuatan Kryptonite itu dengan menengadahkan kepala pada Sang Maha.Redupkan sinarnya dengan air dan cahaya doa.Apapun caranya,palingkan hati pada-Nya saja.Hidup bukanlah lemah pada Kryptonite seperti Superman.Tapi mengalahkan Kryptonite dalam diri sendiri,jauh lebih hebat daripada Superman.Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan untuk menaklukan musuh terbesar dalam berjalannya hidup.Semoga..amin

  



Saturday, 26 October 2013

HILANG

Sebenarnya kita bisa bicara.Tak perlu bisu begini.Apapun yang akan kita lontarkan dari mulut kita,biasanya menjadi tawa,sedih sekaligus cerita.Sekarang rasanya menyebut satu kata pun kita terlalu berhati-hati,seperti takut mengeluarkan jarum yang nanti menyakitkan.Kita ini apa?Air atau api?Dulu kita seperti air yang selalu saling menghanyutkan.Mengalir,memancur,terserah kita bahagia dimana saja.
Tapi sekarang,kita seperti Api.Saling membakar dalam diam.Walau tak ada suluh,namun rasanya tetap panas dan saling menghabiskan hingga jadi debu.

Sepertinya kita saling menepati janji untuk saling hilang.Hilang dalam air,entah dalam api.Kita sudah harus tunduk pada jam pasir yang hampir habis.Aku takluk pada takdir,kau pun patuh pada garis nasib.Sakit tinggal sakit.Tapi mungkin aku lah yang paling perih.Berada dalam titik nadir.Menatap punggungmu pergi membelakangiku.Karena cintaku tidak pada tempatnya.Dan cintamu lebih memilih kehormatan.

Kita hilang pelan-pelan.Separuh darimu sudah pergi bersama doaku.Dan separuhnya lagi pergi mencari cinta baru yang lebih terpandang.Aku tak lebih hanya debu yang cuma menempel pada jas mewahmu agar terlihat sama.Tapi debu hanyalah debu.Hanya akan membuatmu terlihat kotor.Mudah saja,dengan satu kebasan,aku,sang debu,lepas dari sana dan terbang terbuang.

Aku bilang kita hilang.Semoga kau pun senang.Aku akan bersatu dengan tanah,dan kau akan terbang ke tingkatan atas bersama awan.Kita pernah indah di masa lalu.Suatu saat kau merindukanku,tunduklah ke tanah.Aku ada disana.Dan suatu saat aku merindukanmu,aku akan mendongak ke langit.Karena aku hanyalah tanah,sedangkan kau langit biru.


Ulang Tahun

Entah siapa yang mencanangkan program ulang tahun itu.Yang mengkultuskan kalau hari lahir harus berulang-ulang dirayakan setiap tahun di tanggal dan bulan yang sama walau tahunnya berbeda.Padahal tidak semua menyukai perayaan macam ini,termasuk saya.

Sebenarnya harus suka,karena di hari dan tanggal itu adalah pengharapan.Biasanya banyak kegiatan yang menularkan kebahagiaan.Ya diberi kue tart sebagai simbol,atau kado sebagai bentuk sayang.Biasanya.Tapi saya tidak pernah membiasakan atau memberlakukan hal itu.Cuek.Santai.Seakan tidak terjadi apa-apa.Dan setiap ada yang mau melakukan ritual siraman tepung dan telur selalu gagal karena wajah saya sudah tidak berekspresi atau lebih galak dari satpam komplek perumahan.Atau bisa juga escape from hell dengan kabur diam-diam atau bolos ngantor.Asyik.Kalau sudah begitu senang-senang sendiri.Makan yang enak di mall,beli barang yang saya suka.Pokoknya senangin diri sendiri aja.Lantas pacar mana?Nah..ini.Selama punya pacar atau jomblo,tetap saja ulang tahun sendiri.Lho..emang pacar kemana?Pacar biasanya lagi jauh posisinya.Dan pun kalau diingatkan ulang tahun,saya malah sibuk nggak jelas.Sekalinya ada pacar yang ngasih surprise,ya luar biasa mengejutkan.Surprise nya sedang kepergok pacaran sama teman saya di kamar kosannya.Luar biasa..Langsung bikin cap itulah ulang tahun terburuk sepanjang hidup dan sepanjang masa.Dan mulai dari situ,saya selalu membuat stigma negatif tentang ulang tahun saya sendiri.I hate my black birthday.

Maka sejak dari itu,setiap mau ulang tahun,mood saya berubah.Up and down,bahkan memburuk.Semoga cepat berlalu.Itu saja.Akhirnya ulang tahun itu sudah tidak lagi dibuat sebagai moment penting dalam hidup.Sampai detik ini,hari ini pun saya ulang tahun,Tapi kali ini saya mengucapkan Alhamdulillah karena saya diberi berkah ujian luar biasa.Dikasih sakit yang luar biasa.Menganggur.Jomblo.Orang yang saya sayang pun tak perduli,malah hilang entah kemana.Minus kue ataupun kado.Semuanya tetap saya syukuri.Karena masih ada sahabat,teman dan keluarga yang perduli walau hanya mengucapkan.Itu sudah luar biasa rasanya.Setitik keperdulian dari orang-orang yang selalu perduli walaupun saya selalu cuek dan lurus-lurus saja jadi orang.

Jadi,ulang tahun itu buat apa?Saya baru menemukan artinya hari ini.Bahwa ulang tahun adalah kesempatan.Kesempatan yang Allah SWT kasih buat saya untuk jadi lebih baik lagi sebagai manusia.Kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.Kesempatan untuk terus menikmati berkah dan nikmat yang luar biasa yang sudah Allah Swt berikan.Kesempatan untuk menyempurnakan doa dan menyempurnakan hidup yang masih sebelah jiwanya.Dan (semoga)masih diberikan kesempatan untuk memiliki amanah seorang anak agar kelak bisa mendoakan saya bila di alam baka nanti..Amin...

Lalu apa hikmah dibalik ulang tahun sekarang?
Kenapa sakit?Supaya saya mensyukuri sehat yang kemarin sudah diberi walau tak pernah diminta.Sebagai alarm bahwa jatah usia dikurangi,maka berkurang pula kekuatan fisik yang ada di tubuh.Menyadari proses alamiah menerima menjadi dewasa dan semakin tua dengan keriput di wajah yang mulai nampak

Kenapa menganggur?Ya biar terbebas dari ritual siraman tepung dan telur dari teman-teman satu kerjaan,karena saya benci itu.(Males bersih-bersihnya,males kesel sama teman-teman,karena bagaimanapun niat mereka baik).

Kenapa Jomblo?Ya supaya tidak disakitin pacar kalau dia lupa ulang tahun saya,apalagi kalau dia jauh atau lagi selingkuh.Kan itu menyakitkan.Mending kalau jadi suami.Kalau nggak?Ya telen aja tuh sakit mentah-mentah.

Terus orang yang saya sayang tidak perduli?Tak apa-apa.Mungkin dia lebih perduli sama hidupnya daripada perduli sama saya.Karena kalau perduli sama hidup saya,kasihan dia.Saya tidak banyak membahagiakannya,malah sering menyusahkan.Kalau dia tak perduli,saya akan sangat paham sekali.

Minus kue dan kado?Ah,anggap saja semua orang sedang bokek.Kasian merepotkan mereka semua.Saya kan lahir di tanggal tua.Kalaupun ada yang ngasih saya akan merasa terbebani sekali,lagi susah malah belikan saya kado sama kue.

Semoga orang seperti saya cuma satu di dunia ini.Jangan ada lagi.Karena manusia yang satu ini terlambat menyadari adanya nkmat yang luar biasa di hari ulang tahunnya.Yang baru menyadari 'Alert' dari Allah untuk menjadi lebih baik lagi.Semoga belum dikategorikan terlambat.Sekalipun terlambat,lebih baik daripada tidak menyadari sama sekali.No more black birthday.Erase that black color.Karena setiap tahun selalu ada warna tersendiri.Tergantung saya,mau mengganti warnanya atau tidak.Happy birthday my dearest soul...may God gives strength and power to survive on this cruel world. Amin...

Thursday, 24 October 2013

Belajar bisa "Gagal galau"



Manusia itu memang kompleks ya masalahnya.Dari mulai ekonomi,cinta,sampai mencari kebahagian saja jadi masalah.Pagi ini seorang teman mengeluh galau dan tidak bahagia.Apalagi setelah menonton film yang ada dialognya kira-kira seperti ini: "Nggak ada satupun orang dewasa di dunia ini yang bahagia!!"
Maka tambah lah dia galau.Dan dalam hati dia membenarkan dengan bilang: Damn right!!

Saya hanya tertawa.Satu kata yang bisa saya katakan pada dia saat itu: kenapa kamu memenangkan rasa galau?Bahagia itu kamu sendiri yang buat.Kamu masih punya Tuhan kan?Berdoa saja.Menghadap pada-Nya.Dia yang menurunkan dan memberikan rasa galau itu,Dia pula yang akan mencabutnya.Kenapa kamu harus susah payah galau sendiri?Dia kan yang membolak-balikkan hatimu.Minta saja biar tetap tenang dan stay cool.Enteng saja saya ngomong (ya karena sudah kebal galau,jadi gagal galau)

Entahlah.Mudah saja berbicara itu.Tapi bisa mudah juga dilakukan kalau kita paham dengan maksud dan tujuannya.Terkadang empati itu bukannya membuat galau seseorang berkurang,tapi malah makin memanjakan galau nya.Saya ngomong seperti tadi juga pasti dia kesal.Bagus lah kalau dia kesal,berarti omongan saya masuk ke otak dan hatinya sehingga menimbulkan reaksi.Tapi saya lebih yakin kalau di hati kecilnya yang paling dalam membenarkan apa yang saya katakan tadi.Agak lama untuk dipahami,tapi mudah-mudahan sampai ya pesan moralnya kepada jiwanya yang galau.

Maaf ya teman,kalau saya seperti tidak punya empati.Saya hanya berusaha untuk menggagalkan galaumu.Selama ini kau begitu kalah dengan rasa itu.Saya paham,sangat paham,kita sama-sama manusia yang punya hati dalam menyikapi masalah.Tapi bayangkan saja,andai setiap masalah digalaukan,ya siap-siaplah kau mengeluh tak pernah bahagia.Saya juga pernah,bahkan sering galau.Dan itu menurunkan kadar kebahagiaan saya beberapa persen.Mungkin kalau bahagianya sudah hilang kadarnya,biasanya ditandai dengan  "nyesek" yang tidak jelas rasanya di dada.Indikasi terbesar yang mempengaruhi mood seseorang,ya nyesek itu tadi.Kalau sudah begitu,siapapun tidak ada yang bisa mengatasi kecuali orang yang menyebabkan rasa galau tadi.Tapi lama-lama ya lelah juga dikuasai galau.Kalau sudah begitu orang memilih untuk bosan hidup ketimbang bosan galau.Kenapa dia tidak mencoba untuk bosan galau ya?Mungkin yang galau-galau itu harus membenarkan tulisan ini :
 'Rejection doesn't hurt,expectation does.Lies don't kill,denial does.Forget doesn't heal,but Forgive does"
Yang menyakitkan memang harapan tidak sesuai kenyataan.Satu-satunya  cara supaya tidak sakit,buang saja harapannya.Tidak usah melupakan kalau belum sanggup.Cukup maafkan saja.Selesai.The end.Pelan-pelan saja teman.Kita masih sama-sama belajar.Belajar untuk bisa "Gagal Galau".Tulisan ini untuk kamu,dan juga untuk saya.Untuk kita.Dan untuk semua yang sedang dan selalu memenangkan rasa galau.Solusi tinggal solusi.Tapi yang paling terbaik dan menjadi obat yang sangat mujarab untuk menngatasi gagal galau adalah : Berdoa.Buat garis lurus menuju Tuhanmu masing-masing.Pasrahkan saja semua perkara kepada-Nya.Tuhan itu suka pada orang galau,karena disaat galau,itu sebuah 'kode' dari-Nya untuk kita dekat-dekat padanya.Tuhan juga bisa kangen lho sama kita.Cara memanggilnya ya seperti itu,dibuatlah galau biar kita cepat-cepat mencari dan dekat dengan-Nya.Amin...
Have a bless day you all... :)

Not an angel,but also not an stupid evil,
Pretty Octovilova

Marah sama ayam

Apa yang membuat siang ini saya begitu ingin marah sama ayam.Betapa tidak,dengan tidak senonohnya mereka kawin di depan saya,tepat di depan teras rumah dimana saya sedang duduk.Lho?Kok bisa-bisanya marah?Toh mereka hanya hewan yang tidak punya akal dan perasaan.Mau melakukan apa saja ya masa bodoh lah.Namanya juga hewan ini.

Yaa ini dia yang bikin saya lantas marah sama ayam.Saya merasa nasib sedang melakukan dikotomi atas diri saya.Ayam vs Manusia.Bagaimana tidak.Ayam yang diciptakan jauh kurang sempurna daripada manusia macam saya saja sudah kawin.Lha saya yang diberi akal pikiran dan perasaan saja belum melakukan regenerasi macam itu.Apalagi dengan mirisnya hari ini saya meihat teman yang sedang berbahagia memposting undangan pernikahannya.Buru-buru saya tutup medsos itu.Tak lama saya beralih ke smartphone saya.Eh..salah satu teman yang mau menikah sabtu ini menulis status dengan bahagianya sedang luluran untuk persiapan menikah nanti.Cepat-cepat saya tutup (juga) smartphone saya diikuti helaan nafas panjang.Tak lama berselang,ketika semua akses untuk berinteraksi dengan teman saya hindari,eh...ayam tetangga di depan teras malah kawin.Apa lantas itu tidak membangkitkan emosi saya yang sedari tadi sudah saya tahan?Sabar saya hilang setelah melihat ayam tadi.Segera kuraih apapun yang dekat dengan saya pada saat itu.Mainan,bungkus biskuit,saya lemparkan kepada kedua ayam tersebut.Tapi malah nggak pergi.Kesal.Berat kesalnya.Kuraih sapu ijuk.Ini langkah prefentif  terakhir saya,mengibas-ngibaskan sapu ijuk itu pada ayam.Marah-marah begini saya juga masih punya hati lho.Bagus ayamnya tidak saya lempar pake sapu ijuk itu.Cuma dikibas.Pergilah ayam tadi.Habis ayamnya pergi,galau.Tahu sih ayam itu tidak bermaksud meledek saya,tapi rasanya saya terledek.Apa sih saya ini.ayam saja bisa kawin,saya saja susah.Astaghfirullah...lagi-lagi merutuk.(Dosa itu padahal).

Kembali saya merenung.Apa saya jadi ayam saja biar bisa melakukan regenerasi?Bodoh.Ayam kan tidak berakal.Mau melakukan dimana saja dia tidak menanggung dosa.Kalau saya jelas akan berdosa.Ayam boleh melakukan dimana saja.Lantas saya kalau melakukan dimana saja?Apa saya tidak ditahan polisi.Belum lagi didakwa dengan pasal berlapis-lapis.Belum lagi karakter yang terbunuh.Lantas dilanjut dengan pertanggung jawaban di akhirat.Lalu kenapa saya harus marah sama ayam?

Mungkin ayam hanya menguji saya.Seberapa sabar saya menanti jodoh saya.Melihat ayam tadi saja sayaasudah merutuk.Berarti saya belum sabar.Bagamana saya mau diberikan pasangan yang baik,kalau saya saja masih gagal memperbaiki diri,apalagi menahan sabar.Menghadapi ayam saja saya tidak sabar.Bagaimana nanti kalau menghadapi suami?

Boleh dikatakan ini adalah refleksi kekecewaan saya terhadap diri saya,bukan pada nasib.Saya yang harus banyak belajar pada ayam tadi,bahwa melakukan regenerasi tidak boleh sembarangan,tidak seenak-enaknya saja.Kawin atau menikah itu tidak semudah melakukan seperti ayam tadi.Andai bisa semudah itu,maka hancurlah diri saya.Di mata manusia dan di mata Tuhan karena sembarangan mengindahkan nafsu saya.Ayam itu melakukan karena nafsu,karena naluri hewani nya.Sementara saya melakukannya karena ibadah.Oleh karena itu saya harus benar-benar melibatkan Tuhan saya pada hal semacam ini.Hati boleh meminta dengan siapa saya mau berjodoh,tetapi Tuhan lah yang menentukan dengan siapa saya berjodoh.Karena saya bukan ayam yang sembarangan menemukan pasangan lalu kawin.Lantas,kenap saya (harus) marah sama ayam ya?

Not an angel,but also not an stupid evil,
Pretty Octovilova

Wednesday, 23 October 2013

Enigma

Enigma.Sesuatu yang sukar untuk dipahami.Mengandung misteri.Sama seperti yang saya alami.Saya merasa selama ini hidup dengan normal dan apa adanya.Hidup dengan masyarakat yang majemuk,dengan suku bangsa,adat istiadat yang beragam.Saya bertugas sebagai manusia yang juga tidak partikular.Menjalani pola hidup yang (diusahakan)seimbang.Bersosialisasi,makan,minum,ibadah,jatuh cinta dan menghirup oksigen sama seperti yang lain.Semuanya terlihat memiliki similaritas dengan makhluk hidup lainnya.

Sampai pada suatu saat saya tersadar,bahwa ada yang salah dengan tubuh saya.Ini yang membuat pada akhirnya saya merasa memiliki "differential".Ditandai dengan rasa sakit di tubuh yang selalu berpindah-pindah.Hari ini di perut,besok di kepala dan lusanya bisa di bahu dan leher dengan sakit yang cukup menyiksa.Lalu saya merasa lebih sensitif terhadap keberadaan para makhluk yang 'tak kasat mata'.Berat badan yang turun drastis.Kemunduran pemikiran,ketidak stabilan emosi,sulitnya dan malasnya untuk beribadah terutama pada saat subuh,merasa minder berlebihan,dan serasa ingin mati saja karena hidup tak berguna,mimpi buruk hampir setiap malam(padahal aku berdoa setiap sebelum tidur)..Belum lagi kesialan-kesialan yang (menurutku) tidak masuk akal.Kesulitan menemukan pekerjaan baru,gagal usaha,gagal membina hubungan,dan semua kegagalan yang dulunya kuanggap biasa namun pada akhirnya menjadi pemikiran yang luar biasa akhir-akhir ini.Yah..saya pikir ini adalah ujian dari yang Maha Kuasa.Setabah apa saya harus menjalani.Tapi mengapa semakin lama semakin mengganggu dan membuat saya nyaris putus asa?

Hingga pada suatu saat saya tanpa sengaja membaca sebuah artikel tentang mengimani para makhluk hidup lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT.Makhluk itu bernama 'JIN'.Ah,tak pernah terbersit di kepalaku untuk mempercayai keberadaan makhluk tersebut.Satu yang ada dalam keyakinan saya,jin itu korelasi nya jelas kepada kemusrikan.Harga mati,dan saya tidak mau berurusan dengan makhluk itu.Tapi tetap ada rasa penasaran yang membuat mataku terus membaca artikel itu.Sampai pada satu alinea yang menyebutkan 'tanda-tanda tubuh anda dihuni oleh jin',itu yang membuat saya tercengang.karena ada lebih dari tujuh ciri-ciri tersebut ada dalam diri saya.Lhoo?Masa iya sih tubuh saya ditumpangi makhluk macam itu?

Penasaran saya harus dibayar.Segera saya membuka google dan mencari artikel yang serupa untuk memastikan kebenarannya.Dan sudah sepuluh artikel dari sumber yang berbeda menyebutkan tanda-tanda yang sama persis seperti yang ada di tubuh saya.Jelas ini menimbulkan kegelisahan.Segera saya menghubungi seorang teman yang memiliki kolega ustad yang notabene adalah ustad yang sebenarnya.Saya ingin menanyakan hal tersebut dari kacamata agama apakah hal seperti itu ada atau tidak,benar atau tidak melanda saya.Lalu saya disarankan untuk mendownload ayat-ayat ruqyah yang berisi ayat suci Al Quran.Apa??RUQYAH??.Kembali lagi saya terbayang akan kesurupan massal yang mengharuskan ritual 'Ruqyah' dilakukan.Ah..itu kan musrik.Lagi-lagi keidealisan saya muncul.Tapi jangan memandang negatif dulu lah.Coba lah saya telaah lebih dalam lagi,mungkin saja ada yang sesuai syariah dan tidak mengandung kemusyrikan.Setelah diberi link download ayat-ayat ruqyah tersebut,saya mulai mencoba memahami.Ternyata semua sesuai syariah dan tidak mengandung kemusyrikan,karena semua murni dalam prosesnya membacakan ayat-ayat suci AlQuran.Dan satu hal yang membuat saya lebih lega,bahkan ada hadist Rasulullah SAW yang memperkuat keberadaan Ruqyah tersebut.Bahkan orang se suci Rasulullah yang nyaris tak pernah berbuat dosa pun pernah di Ruqyah langsung oleh Malaikat Jibril karena pernah dikirimi sihir dari seorang Yahudi.Subhanallah...saya merasa lega.Maka prosesi ruqyah mandiri yang dianjurkan untuk saya,saya lakukan untuk mencari pembuktian.Tak lama kemudian,saya mendengarkan ayat-ayat ruqyah itu dari notebook saya.Baru 5 menit mendengarkan,tubuh saya bereaksi aneh.Badan saya terasa panas.Lalu saya merasakan seperti ada yang berjalan dibawah kulit saya dan menimbulkan kedutan-kedutan kecil.Sepuluh menit kemudian,perut saya mulai terasa panas dan mual.wah,gejala apa ini?Cepat-cepat saya hentikan mendengarkan ayat ruqyah tersebut.Ternyata itulah ciri-ciri yang sebenarnya jika tubuh dihuni oleh jin.Badan akan segera bereaksi ketika mendengarkan ayat-ayat suci,karena jin tersebut merasa 'kepanasan' dibacakan ayat suci tersebut.Subhanallah...masih belum juga percaya,saya hubungi teman saya kembali untuk minta dicarikan ustad yang bisa melakukan ruqyah yang sebenarnya.Walau tidak bisa hari itu juga,yang penting saya harus segera diobati dan mencari pembenaran atas apa yang telah saya  alami.Penasaran masih membayangi.Ada rasa khawatir jika dibiarkan.Pantas saya begini,pantas saya begitu,dan semua hal-hal pantas mulai satu-satu berlari di pikiran saya.Mencari korelasi dari apa yang telah terjadi selama ini.Semua rasa campur aduk.Tapi memang,menurut pengakuan seorang teman kalau saya memang mengeluh tidak sewajarnya,dan itu diluar kesadaran saya.Minder dan takut berlebihan,keinginan untuk cepat mati,sulit jodoh,itu yang dia besar-besarkan.Ah sudahlah.Harus melakukan sebuah effort agar jelas juga jawabannya.Lalu pada malam hari nya saya mencoba lagi mendengarkan ayat ruqyah tersebut,tapi kali ini lebih lama.Reaksinya masih sama.Panas,bergetar,kedutan,mual.Tapi kali ini mualnya lebih hebat.Setelah 20 menit didengarkan saya tak sanggup menahan rasa ingin muntah.Saya menyerah.Muntah
 dan rasa sakit yang luar biasa di lambung.Padahal saya sedang tidak sakit maag pada saat itu.Hanya muntah busa saja,tak ada sisa makanan yang saya makan tadi sore.Perih yang luar biasa.Pada saat itu mama saya lah yang menyaksikan kejadian tersebut.Ia pun merinding ketakutan melihat saya muntah-muntah.Dan mulai panik dengan menyuruh agar segera melakukan ruqyah saja supaya diobati.Malam itu saya tidur dengan banyak kegelisahan dan berdoa semoga tidak mimpi buruk lagi seperti malam-malam kemarin.

Keesokan harinya,saya kembali menagih janji pada teman saya yang mau mencarikan ustad untuk ruqyah.Tetapi rupanya belum ada jawaban dari sang ustad.Mungkin jadwal nya penuh.Ah,ini harus diselesakan hari ini juga.Tidak bisa tidak.Lalu saya mulai mencari di internet,tempat mana saja yang bisa melakukan ruqyah syariah dan tidak menyimpang.Akhirnya saya menemukan sebuah tempat pengobatan ruqyah yang sesuai syariah.Tanpa ragu-ragu saya telpon dan menanyakan apakah pengobatannya bisa dilakukan hari ini.Alhamdulillah,ternyata bisa.Dan akhirnya saya berangkat kesana dengan rasa penasaran.Sampailah saya di tempat pengobatan ruqyah tersebut.Tanya jawab pun terjadi antara saya dengan petugas disana.Ternyata benar,semuanya syarri'yah.Tak perlu menunggu lama,akhirnya saya dipanggil ke sebuah ruangan.Alhamdulillah nya ternyata yang me ruqyah saya adalah seorang akhwat(wanita),sehingga saya tidak perlu merasa canggung.Setelah berwudhlu,saya mulai didiagnosa.Pertama-tama menggunakan diagnosa secara medis yaitu dengan diagnosa Iradiologi,dimana diagnosa tersebut dilakukan dengan cara pupil mata saya difoto dan kemudian dibaca sesuai dengan tanda-tanda yang ada di pupil mata saya.Diagnosa ini dilakukan karena sebelumnya saya mengeluhkan penyakit yang saya derita,hanya seputaran kepala,perut dan bahu serta persendian yang sudah berlangsung cukup lama.Ternyata tidak ada penyakit yang serius disana.Saya punya sistem imunitas tubuh yang bagus dan kuat.Tidak ada masalah yang serius,hanya saja ada gangguan di usus yang menyebabkan sembelit,dan itu sudah biasa saya alami.Saya hanya disarankan banyak minum air putih dan banyak makan sayuran juga buah.Lalu sakit-sakit di kepala itu apa?Nyeri di lambung dan juga bahu serta sendi yang sering berpindah-pindah itu apa?Tidak ada dalam diagnosa secara medis tersebut.Kolestrol ok,tekanan darah pun baik walau agak sedikit rendah.Baiklah.Satu bukti logis yang tidak bisa saya pahami.Demikian pula oleh sang peruqyah.Lalu dia mengajak saya ke sesi berikutnya.Menanyakan kondisi apa yang saya rasakan selama ini,dan bagaimana kronologisnya sehingga saya datang dan minta untuk di ruqyah.Ya saya ceritakan saja semua pengalaman-pengalaman aneh setelah mendengarkan ayat-ayat ruqyah.Tanpa mencoba untuk menambah ruwet pikiran saya,dijelaskanlah mengapa saya mengalami itu semua.Ada kemungkinan besar bahwa seseorang mengirim makhluk tersebut untuk mendiami tubuh saya,agar kehidupan saya menjadi tidak lebih baik bahkan hancur.Atau bisa saja memang ada jin yang masuk ke tubuh saya sendiri,tetapi entah bagaimana prosesnya,makhluk tersebut sudah mendiami tubuh saya cukup lama.Bisa jadi karena keimanan saya yang masih kurang sehingga mudah dimasuki oleh makhluk semacam itu.Wallahualam.Yang pasti,sang peruqyah tersebut memang sesuai syariah.Dia tak bisa melihat ada jin di tubuh saya.Karena menurutnya yang punya kemampuan 'bisa' melihat makhluk itu kembali adalah yang sama-sama menggunakan kekuatan jin tersebut,dan itu jelas-jelas dilarang oleh agama,yaitu berkolaborasi dengan makhluk lain selain manusia.Jadi menurutnya,untuk membuktikan ada atau tidaknya makhluk tersebut bersarang di tubuh saya,harus dilakukan ruqyah tersebut.Jika nanti dalam proses ruqyah saya mengalami reaksi panas,kesemutan,mual dan rasa ingin muntah,berarti memang benar saya mengalaminya.Tanpa berlama-lama,kami memulai proses ruqyah tersebut.Dengan keadaan masih bersuci,menghadap kiblat,saya diminta untuk duduk dengan rileks dan memasrahkan diri pada yang Maha Kuasa,dan berdoa bagi diri sendiri agar diberikan kesembuhan karena sesungguhnya untuk sembuh adalah hak prerogtif Allah,bukan saya atau peruqyah tersebut.Kami hanya sama-sama melakukan ikhtiar.Setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh peruqyah tersebut,prosesi ruqyah dimulai.Dengan memegang ubun-ubun saya,ia mulai membacakan Al Fatihah dilanjutkan dengan Al Baqarah.Tubuh saya pelan-pelan mulai hangat.Kemudian ia pindah memegan batang leher saya,dan melakukan sedikit gerakan tekanan.Subhanallah..muka saya terasa kesemutan,sesak napas dan pusing yang hebat.Entah bacaan ayat apalagi,saya sudah tidak menyimak dengan konsentrasi.Karena badan saya mulai panas,kaki mulai kesemutan,kepala pusing,dan perut pun mual.Rasa ingin muntah sudah terasa,apalagi ketika sang peruqyah menepuk dan memukul pelan bahu saya sambil dibacakan Surat Al Jin.Sontak saya merasa mual dan langsung muntah-muntah.Hanya cairan dan busa yang berwarna agak kemerahan.Saya sudah merasa lemas dan pasrah.Setelah selesai muntah-muntah,berhentilah proses ruqyah tersebut.Saya terus ber istighfar dan pusing.Lalu saya diberi minum dan setelah itu sang peruqyah menganjurkan saya melakukan terapi bekam agar lebih paripurna prosesnya.Bekam tersebut dilakukan dengan tujuan agar menyedot darah-darah kotor yang ada di dalam tubuh.Satu hal yang membuat saya lebih kaget,ternyata jin itu masuk melalui jalan darah yang ada di dalam tubuh kita.Maka dari itu dilakukan bekam agar si makhluk tersebut ikut keluar bersama darah yang disedot pada proses bekam nanti.

Sebelum melakukan proses bekam,saya kembali meminta pembenaran akan apa yang saya alami.Ya,hal ini akhirnya dibenarkan oleh sang peruqyah bahwa ternyata makhluk itu sudah mendiami tubuh saya cukup lama.Lalu ia bertanya apakah saya pernah mengikuti ajaran-ajaran sesat atau punya semacam 'jimat' dalam tubuh saya.Naudzubillahimindzalik.Itu saja yang terlontar dari mulut saya.Saya tidak pernah melakukan hal sebodoh dan seburuk itu sebelumnya.Walau pendalaman agama saya masih kurang,tapi saya berusaha agar terus berkiblat pada ajaran Rasulullah SAW,dan tidak mau menyimpang dari jalur yang ada.Akhirnya kami berdiskusi.Ya..bisa saja dari orang-orang yang tidak menyukai saya.Siapa tahu,karena dalam hidup bersosialisasi,kita tidak pernah tahu ada yang suka atau yang benci secara mendalam diam-diam di dalam hati.Wallahualam.Jadi saya memilih untuk tidak mencari siapa yang mengirim makhluk tersebut kepada saya.Lebih baik lakukan bermacam ikhitiar agar makhluk tersebut bisa cepat-cepat keluar dari tubuh saya,karena rasa sakitnya sudah cukup menyiksa saya.Entah jin macam apa,saya pun sudah tidak mau tahu lagi.Saya hanya terus berdoa meminta dilancarkan proses pengeluaran makhluk tersebut dari tubuh say.Proses bekam pun dilakukan sambil saya diperdengarkan ayat-ayat ruqyah.Pusing.Lemas.Itu saja yang saya rasakan.Lelah yang hebat.Lalu sebelum pulang,saya tanyakan kembali proses pengobatan apalagi pasca ruqyah tersebut.Ia hanya meminta agar saya melakukan ruqyah mandiri,yaitu meruqyah diri sendiri dengan mendengarkan ayat suci Al quran tersebut.Lalu saya harus istiqomah menjaga wudhlu serta sholat tepat pada waktunya.Intinya terus membentengi diri dengan berdoa dan beribadah.

Keesokan harinya saya merasa sedikit lebih ringan.Namun keanehan demi keanehan masih terjadi.Saya mulai merasakan sakit yang berpindah-pindah,tapi lebih sering dari biasanya.Setiap mendengarkan ayat ruqyah,saya terus muntah dan kesemutan serta kedutan.Hampir setiap hari saya mengalami itu.Sakit di perut terus menjadi-jadi.Lebam-lebam kecil keluar sedikit demi sedikit.Dan juga rasa sakit seperti dipukul,padahal saya tidak mengalami kekerasan secara fisik.Lalu rasa pusing yang membuat saya makin emosional.Rasanya seperti ada yang bergaung di kepala saya.Setiap mendengar bunyi yang saya tidak suka,rasanya mau marah.Di hari ke tiga saya mulai mengobati dengan cara yang bebeda yaitu Quran healing.Setiap selesai sholat maghrib,saya harus membaca ayat Al Baqarah ayat 1-14,ayat kursi lalu dua ayat terakhir surat Al Baqarah (285-286).Subhanallah...setiap sehabis membaca itu,saya kembali muntah.Jangan salah,muntah itu bukan berarti tidak baik.Justru muntah itu adalah jalan keluar jin dari tubuh kita,karena dia sudah merasa kepanasan dan tidak nyaman dalam tubuh kita,maka ia akan keluar dengan cara muntah tersebut.Selain itu juga bisa keluar melalui keringat,atau ketika buang hajat/buang air kecil.Dan sesungguhnya rasa sakit yang saya alami sebenarnya bukanlah saya yang mengalami,tapi makluk tersebut.Memang luar biasa sakitnya.Walau sampai saat ini saya masih tiak tahu apakah semua makhluk tersebut sudah keluar dari tubuh saya seluruhnya atau belum,saya tidak bisa memastikan.Yang pasti,proses ruqyah mandiri harus terus saya jalankan sampai saya merasa benar-benr tidak merasakan sakit lagi.Semoga proses ini dilancarkan,dan segera disembuhkan agar jalan saya menuju rizki,jodoh serta ibadah saya menjadi lebih baik.Proses minta ampun atas kesalahan dan dosa yang menurut saya begitu sempurna Allah turunkan kepada saya.Proses pembersihan diri menuju ke arah yang lebih baik,serta semakin mendalami konsep Ridho Allah terhadap kehidupan saya.Jika Allah saja ridho saya mengalami ini,kenapa saya tidak.Semoga.Hingga tulisan ini saya buat,saya masih melakukan proses ruqyah mandiri.Saya yakin,yakin akan kesembuhan ini,karena jika Allah menurunkan penyakit,maka obatnya sekaligus Ia turunkan juga.Inilah ujian yang indah menurut saya .Alhamdulillah saya mengalami ini,bahkan berterima kasih kepada siapapun yang menyantet saya.Karena dia lah saya semakin dekat dengan Allah SWT.Wallahu'alam bisawab....

Makhluk Allah yang dipinjami bumi untuk menangis,tertawa dengan caraku sendiri,
Pretty Octovilova

PULANG

Bilakah aku berhenti menghamba pada kesempurnaan dunia.Semakin cadung jiwa jauh berlayar,semakin dekat dengan pulang pada Sang Maha.Gerak-gerik terpaku takdir.Gembira,susah adalah warna pelangi.Airmata sudah biasa kutengguk bergelas-gelas seperti menikmati susu segar.Tertawa adalah cemilan manis yang jarang kusentuh karena harganya terlalu mahal untuk dibeli.Padahal tugasku ringan di dunia ini.Menikmati hal tadi dengan dahi yang tetap sujud.Tapi kadang aku pongah mengangkat dagu.Hingga urat-uratku terlihat menghijau.Aku lupa pada.tugasku bersujud.Dahiku bening hanya kasat mata manusia.Tapi di mata Sang Maha,dahiku sudah hitam legam karena tak pernah dibasuh dengan air dan cahaya.
Aku lalai.Lalai pada jalan lurus yang sudah ditunjukkan untuk pulang.Airmataku tidak kunikmati untuk menyesali dosa-dosa.Tertawaku menjurus pada pijar dunia yang memaku.Sesal terus melayang-layang seperti roh penasaran.Malu menyelendangi berhiaskan biduri nan pucat pasi.
Oh Sang Maha,berapa kilometer lagi aku harus melangkah terseok menuju jalan pulang?Tegarkanlah sebelum raga menua.Pulangkan aku dengan bentangan ridho-Mu...selendangi aku dengan tangis dan doa para manusia pilihan-Mu..amin...

Friday, 18 October 2013

Kenapa kau menghalangi waktu?

Selama ini kita hanya bisa bertemu di ruang rindu,dimana hanya kita yg tahu keberadaannya.Kita terlalu sempurna menutupi rasa yg terbilang cacat adanya.Dengan waktu yg terus berjalan,kita pun terus menyatukan roh.Bersenyawa.Hingga setelah menyatu,datanglah hal yg wajib kita patuhi.Setiap roh yg sudah satu suatu saat harus terpisahkan.Kita sedang bersiap-siap menjemputnya.Entah itu kapan.Kemarin Aku sudah berusaha melepaskan roh mu.Tapi aku sesak napas.Rasanya seperti dihujam  ribuan pedang.Sakit.Lalu buru-buru kupanggil kembali roh mu.Perlahan sakitnya menghilang.Aku pun tenang.Pantaslah kau tak pernah berusaha untuk melepaskan roh mu dariku.Karena ini rasanya.Tapi walau begitu,aku akan terus berusaha melepaskanmu.Karena Tuhan lebih tahu,kau hanya bisa menemani roh ku,tapi tak mampu menjaganya.Kau akan terus membiarkan roh ku melayang-layang.Membiarkan siapapun bsa memegangku.Karena kau pun berlaku hanya ingin ditemani roh ku,tapi tak untuk mengabdi padamu.Lantas untuk apa kita bersatu,jika kita berbeda dalam banyak hal?Sebaiknya kau pun lepaskan saja jika aku bukanlah inginmu.Tapi kenapa kau selalu berusaha menghalangi waktu agar aku tak segera lepas dari roh mu sayang?

Tuesday, 15 October 2013

IBA

Mengapa waktu belum menyudahi kita?Aku sudah kelelahan.Kelelahan menghindarimu.Kelelahan melepaskanmu.Kelelahan bersikap padamu.
Pasti.Ketika kehilanganmu adalah kesakitan.Tapi kelelahanku usai.Aku sudah tak lagi menghidupkan harapan yang sulit mati.Aku sudah tak kecapaian berlari menghindarimu.Semua akan melegakan lambat laun.
Kita sudah dipagari kawat duri.Lewati maka akan mati.Diam di dalamnya kita terpenjara dalam ketidak pastian.Jiwa kita sudah dipasung dengan batasan yang tak boleh dilanggar.Kita dilarang mencintai.Karena aku salah untukmu.Dan kamu terlalu benar untukku.
Sudahlah..berhentilah menaruh  iba terus padaku.Ayo,sedikitlah tega padaku.Pergilah.Atau bawalah kehadapanku yang jauh lebih baik dariku.Maka aku tak akan menutup mata pada kenyataan itu.Akan kubiarkan mataku terbelalak,aku rela menyakiti diri sendiri.Demi harga sebuah ketenangan, kepasrahan dan keikhlasan.
Atas nama cinta,pergilah...walau kau terus ada,ini bukan cinta,tapi iba.

I love us,
Pretty

Sunday, 13 October 2013

Tak bisa menghamba pada ragu

Sudah tahu ragu,aku pun masih bertahan.Aku memintal benang kusut sendirian ketika ragu.Aku berdiri (jelas) pada ketidak pastian.Aku meng hiperbola rasa ragu.Aku dan hari bergelut dengan ragu.Tapi aku tak pernah mau meyakini keraguan itu.Karena aku yakin,ragu tak akan lama-lama bertahta disana.Akan kupatahkan dengan alibi dan keras kepalaku.Hari ini aku bisa berdamai dengan raguTapi besok belum tentu.
Aku selalu mencari siapa yang salah dalam memenangkan ragu.Aku bisa menyalahkan hati,karena selalu merasa sejalan dengan ragu.Namun bisa juga kupersalahkan logika yang (juga) bermain-main dengan fakta.Apakah aku ini hamba sang ragu?Jelas aku bertanya seperti itu,karena hampir setiap hari ia datang merajai kepalaku.Merajai hatiku.Mungkin hamba yang hanya sesaat.Kan sudah kubilang,ia bisa kupatahkan dengan alibi dan keras kepalaku.Ya,aku keras kepala,keras kepala memenangkan alibiku.Keras kepala mengalahkan keraguan.Aku jadi tak mau menghamba pada ragu.Oh,,apakah pada keras kepala aku menghamba?Tidak juga.Keras kepala masih bisa melunak.Ia bisa melunak oleh sebuah rasa yang kuat.Lebih kuat dari ragu.Lebih kuat dari keras kepala.Dan kurasa dialah yang paling meraja dari semua rasa.CINTA.Cinta lah yang mengalahkan keraguanku.Cinta lah yang melunakkan keras kepalaku.Cinta lah yang membawa aku keluar dari benang kusut itu.Cinta,Cinta,Cinta.Kepada cinta lah (ternyata) aku menghamba...

Benarkah anda sedang berada dalam "Friendzone"?

Tak semua orang menyadari bahwa dirinya telah berada dalam hubungan friendzone. Karena merasa nyaman dan ingin menyembunyikan rasa bersalah, ya dibiarkan saja mengalir dan dinikmati. Tetapi, apa iya ini adalah hubungan yang Anda inginkan?
Mungkin memang menyenangkan dan Anda cocok dengannya. Merasa bahwa dia adalah yang bisa mengerti Anda dan Anda menyayanginya. Tetapi, Anda sadar bahwa selama ini ternyata Anda tak punya komitmen jelas. Walaupun perhatian, kedekatan, sentuhan fisik jelas memperlihatkan Anda 'lebih' dari seorang teman. Benarkah Anda sedang berada dalam friendzone?
Sentuhan fisik
Mudah sekali kok membedakan teman biasa dengan teman tetapi mesra. Tak harus selalu merujuk pada ciuman atau berpelukan. Bahkan cara dia memandang Anda, memperlakukan Anda, sudah dapat memperlihatkan kalau ada perasaan yang berbeda.
Umumnya, seseorang yang saling memiliki perasaan akan merasa nyaman berada berdekatan. Tidak akan risih ketika tak sengaja bersentuhan, dan malah akan lebih nyaman.
Cara berbicara
Menjawab pertanyaan atau berbicara dengan seseorang yang mana Anda menaruh perasaan itu juga berbeda. Tak pernah sama. Coba amati bagaimana emosi Anda ketika menghadapinya. Ketika mungkin ia berbuat kesalahan atau berbuat hal yang seharusnya membuat Anda jengkel. Benarkah Anda hanya diam dan mencoba bersabar? Apabila ya, maka Anda masuk ke dalam friendzone.
Berapa kali memikirkannya?
Berapa kali dalam sehari Anda memikirkannya? Apakah setiap bangun tidur? Setiap akan hendak tidur? Dan di banyak waktu lainnya?
Sadarilah bahwa ia telah menjadi bagian di dalam hidup Anda yang cukup penting. Jauh lebih penting dari teman-teman Anda yang lain.
Merindukannya
Ada rindu yang menyerang ketika sehari saja Anda tidak berbincang atau bertemu dengannya. Anda akan merasa ada yang hilang dan kosong. Atau secara tidak sadar akan bingung sendiri seperti orang yang telah kehilangan sesuatu yang tidak disadari.
Tanyakan pendapat teman
Bagaimana teman-teman terdekat Anda menilai hubungan Anda dengannya? Umumnya mungkin Anda merasa biasa saja, tetapi orang lain yang dekat bisa menilai apakah ada sesuatu yang berbeda.
Ya Anda di dalam Friendzone!
Berada di dalam friendzone itu bagaikan terombang-ambing di lautan. Tak tentu arahnya. Sekalipun Anda merasa nyaman dan lebih baik dijalani saja, tetapi apakah kenyamanan itu akan bertahan lama jika tak ada satupun kepastian arah hubungan?
Setidaknya Anda akan merasa lebih lega apabila ternyata ia hanya ingin menjalani sebagai teman. Dan Anda tak akan merasa serba salah jika ada seseorang yang mendekati Anda dan ingin menjalin hubungan lebih dengan Anda.
Jangan pernah biarkan Anda tersesat dalam labirin friendzone. Lebih baik pastikan saja posisi Anda berdua dalam hal asmara.

FRIENDZONE,OH FRIENDZONE

Ada kalanya di suatu titik kehidupan, ketika kita sebagai perempuan bertemu dengan seorang pria, kita merasa bahwa pria ini sesuai dengan keinginan kita untuk dijadikan sebagai pasangan.

Ia mempunyai minat, kegemaran, dan selera yang sama dengan kita. Selalu menyenangkan saat berbicara dan menghabiskan waktu bersamanya. Saat berada dalam momen tersebut, biasanya kita berpikir dalam hati, “ Kurasa dialah orangnya, He’s the one for me.”

Menjalin hubungan dengan seorang pria yang sesuai dengan kriteria merupakan hal yang diimpikan oleh setiap wanita. Sebagai perempuan, kita tidak dapat memungkiri rasa nyaman saat melakukan berbagai hal bersama pria yang sedang kita sukai. Namun apa jadinya jika pria yang kita taksir tersebut seolah tidak memiliki perasaan yang sama seperti yang kita rasakan?

Getting friendzoned atau terjebak dalam hubungan “sekadar teman” merupakan hal yang amat tidak mengenakkan bagi kita sebagai wanita. Di sini pria tersebut seolah tidak mempunyai perasaan yang lebih terhadap kita. Dimana perhatian dan ekspresi yang ia berikan tidak lebih dari sekadar teman biasa. Padahal kita menyukainya dan berharap lebih, bahwa ia bisa menjadi pasangan kita.

Situasi ini seringkali membuat kita menghadapi rasa yang tak menentu. Apakah kita harus agresif dalam merebut perhatiannya? Ataukah kita harus membiarkan semuanya mengalir  dan membiarkan semua berjalan apa adanya?

Di sini mengendalikan emosi adalah kunci utama dan hal pertama yang harus kita lakukan untuk menangani situasi ini. Pertama-tama, kita perlu jujur terhadap diri sendiri.

Akuilah bahwa Anda memang menyukainya dalam hati. Dan hadapilah kenyataan bahwa mungkin Anda tak bisa berharap lebih. Kemudian ungkapkanlah apa yang Anda rasakan tersebut pada sahabat atau orang terdekat Anda.

Hal tersebut penting supaya apa yang Anda rasakan ini tidak menjadi beban yang Anda simpan sendiri.

Kemudian, buatlah keputusan dalam menjalani hubungan ini. Mantapkanlah niat. Apakah Anda sungguh berniat ingin menjadi kekasihnya? Atau Anda lebih memilih merelakannya hanya sebagai teman? Jika Anda lebih memilih untuk merelakannya sebagai teman, maka jangan lagi berharap lebih.

Berpikirlah secara realistis, bahwa ia hanya sekadar teman dan akan akan menjadi teman. Yang perlu Anda sadari ialah, menjadi teman itu sma sekali bukanlah hal yang buruk.

Menjalin relasi yang dan berkualitas tidak ditentukan oleh status hubungan itu sendiri. Tapi dari seberapa positif dan membangunnya relasi tersebut bagi diri kita.

Jika Anda sungguh berniat ingin menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengannya, maka berilah perhatian lebih. Tunjukkanlah padanya bahwa Anda  selalu ada di saat ia membutuhkan bantuan. Bahwa Anda ada bersamanya saat ia sedang mengalami kesulitan.
Cobalah untuk menunjukkan padanya bahwa Anda lebih dari yang selama ini ia pikirkan. Tunjukkan padanya bahwa Anda layak untuk mendampinginya sebagai seorang kekasih.

Namun jangan terlihat agresif. Setelah Anda memberi perhatian penuh padanya selama beberapa waktu, cobalah untuk menjauh dan menjaga jarak sejenak dengannya selama beberapa saat.

Hal ini dapat memicu kerinduannya akan kehadiran Anda dan menyadari betapa berartinya kehadiran Anda bagi hidupnya.

Terlepas dari apapun niat Anda, dan apapun hasilnya nanti, percayalah bahwa jodoh tidak akan ke mana. Yang perlu Anda perhatikan, jangan berpersepsi negatif terhadap “friendzone” itu sendiri.

Karena teman bisa jadi lebih berarti dan memberi kenangan tersendiri yang bermakna bagi kehidupan kita. Just move on, dan yakinlah bahwa suatu saat nanti, Anda bisa mendapatkan orang yang tepat, yang mencintai Anda apa adanya, dan yang layak untuk menjadi kekasih Anda.

Saturday, 12 October 2013

Puncak Kangen



Aku ingin seperti itu.Punya puncak kangen yang dahsyat denganmu.Tapi lebih menggila dari itu.Sampai aku kehilangan kesadaran.Senyum-senyum sendiri.Lalu menangis.Lima menit kemudian terdiam dengan mata kosong.Lalu lupa dengan apa yang sudah kulakukan tadi.
Tapi aku selalu gagal,karena kamu selalu hadir lagi.Bisa lewat bbm,sms atau telepon.Kamu tak pernah memberikan aku kesempaan untuk memiliki puncak kangen yang dahsyat denganmu.Kamu selalu membayar kangenku dengan cara apapun,atau mencoba menurunkan aku dari puncak kangen itu ketika aku hampir sampai kesana.
Padahal aku ingin sampai kesana.Ke puncak kangen yang dahsyat itu tanpamu.Agar aku bisa terdiam disana.Terbebas dari belenggu khayalku setiap kamu nyata dan ada.Agar aku bisa berhenti bermimpi untuk memilikimu.Agar aku bisa mendoakanmu dengan ikhlas,Agar aku bisa melihatmu dari puncak sana,jauh dan lebih jauh lagi agar tak kesakitan karena tak bisa bersamamu...


I love us,
Pretty

HUJAN


Hujan.Entah mengapa hujan selalu ku identikan dengan kesedihan.Mungkin karena hujan itu syahdu.Hujan itu mengundang kerinduan akan sesuatu yang sudah hilang dan tak akan bisa terulang.Hujan itu tangisan.Bahkan hujan bisa menyembunyikan airmata jika aku terus berdiri di tengahnya.Bersama hujan,aku merayu kenangan.Membentuk diorama di atas awan,sampai penuh.Berbincang dengan dingin yang menusuk.sampai semua ingatan tentangnya membeku.
Aku takluk pada hujan.Hujan yang turun di sudut gelap mataku.Dan semua kenangan dengannya.Entah dia akan bergumam hal yang sama denganku ketika hujan turun.Atau sedang membentuk kenangan dengan yang lainnya.Entahlah.Yang pasti aku masih (merasa) hidup dengannya disaat hujan.Aku ingin kembali ke masa dimana saat hujan,aku sedang tersenyum.Dengannya..I miss us..

I love us,
Pretty

Kegagalan sebuah peran

Mengapa kita berperan serumit ini.Serumit ceritanya.Dari prolog hingga ke monolog, kita tidak mengalami perubahan.Kamu statis dengan dialog mu yang terus menerus mengatakan ketidak mungkinan.mustahil.Sedangkan aku bergerak kebingungan mengikuti naskahmu yang terkadang tidak sesuai dengan seluruh monolog mu.Aku ini memerankan apa sebenarnya denganmu?Aku ini akan berakhir seperti apa denganmu?Salahku.Tak kuasa menolak semua pesonamu.Aku terus bergulir dengan takjubnya kepada harapan yang kau gambarkan selalu putih abu-abu.Aku tak bisa membacanya,tapi aku merasakannya.Aku terus mengikutimu,terus melangkah dengan naluriku,dan semua perintah-perintah mu yang mengandung mimpi indah yang menurutku sebuah pertanda bahwa kita ini memang sejiwa.Aku luluh pada setiap teguranmu.Aku melayang pada setiap bisikanmu.Aku mencintai segala kesalahanmu.Aku mengagumi seluruh kekuranganmu.Aku tak pernah menyadari,sebenarnya aku lah penonton setiamu.Bukan pemain seperti naskah yang sudah diberikan.Pemain yang mengagumi sesama pemain.Terlena hingga akhirnya menjadi penonton yang terkagum-kagum pada aktingmu.Aku gagal berperan denganmu.Padahal yang kuinginkan kita berperan sebagai sepasang kekasih.Tapi ternyata aku belum mampu menurut sang sutradara.Semoga sutradara tak menggantikannya dengan pemeran lain.Aku mohon..aku bisa menjadi pemain itu.Beri aku kesempatan sekali lagi.Aku tahu aku gagal berperan sebaik mungkin denganmu.Aku tak secantik yang lain, aku tak sepandai kebanyakan pemain lain,dan aku tidak sebangsa dengan kamu sang pemeran utama,tapi aku selalu menjadi apa adanya diriku,Maafkan,aku tak mampu berpura-pura di depanmu.Aku tak mampu berperan untuk tidak boleh mencintaimu sesuai naskah.Bahwa aku mencintaimu.Meskipun sutradara akan berteriak memarahiku tepat di kupingku,aku tak perduli.Karena aku tak bisa berpura-pura (tidak) mencintaimu..

I love us,
Pretty

Sulitnya mengambil keputusan

"Sudah tahu nggak mungkin,masih juga  diteruskan.sudah tahu beresiko,tapi dijalankan.Ah,bagaimana nanti saja.Lalu mau bagaimana lagi.Sudah terlanjur sayang.Sudah terlanjur nyaman.Nanti juga kalau sudah waktunya pasti berakhir...Atau ambil resiko saja ya?"

Inilah sebagian dari suara hati yang mungkin dialami oleh hampir semua jiwa yang sedang dipertemukan pada situasi kuldesak.Tak semua jiwa mengalami kemudahan dalam menentukan jalan cinta yang harus mengarah pada tujuan mana.Tak semua faktor eksternal atau internal yang jadi masalah.Faktor-faktor tersebut adalah hanya kerangka ujian semata.Sementara penyelesaiannya kembali lagi pada jiwa itu sendiri,bagaimana membuat keputusan yang (semoga) baik dan tidak menyakitkan pihak manapun.Dilema.sesungguhnya dilema itu yang sulit dicari jalan keluarnya.Bukan masalah siapa yang harus tersakiti dengan keputusan yang diambil,tapi kepada siapa lebih dominan berpihak agar di kedepan hari nanti tidak ada penyesalan.Ya,ditemukan lagi ketakutan baru bernama Penyesalan.Akankah keputusan yang diambil tak akan disesali oleh diri sendiri,atau semua pihak.Akankah keputusan ini bukan emosi semata yang mengakibatkan penyesalan?Tak ada jalan lain selain mencari jawaban kepada Sang Maha Pencipta semua kejadian dalam hidup ini.
Ya Allah,kami hanya makhluk-Mu yang lemah.Lemah pada ketakutan.Lemah pada pengambilan keputusan.Lemah pada aturan dunia yang mengikat.Lemah pada cinta kepada sesama manusia.Lemah kepada takdir yang telah Engkau tentukan.Semua kelemahan itu yang menjadikan Engkau terus menguji kami,agar menjadi kuat.Hanya saja kami terlalu takluk pada kelemahan kami sendiri.Rasa cinta pada duniawi dan padaMu lah yang kadang masih berat sebelah.Sehingga untuk mengambil suatu keputusan pun kami tak mampu.Hingga pada akhirnya,Engkau lah yang memutuskan sebuah perkara dan kami harus pasrah menerimanya.Ampuni kami yang selalu lemah dihadapan Engkau yang Maha Kuat.Bisikanlah jawaban yang benar sehingga kami benar dalam melangkah dan memutuskan.Entah itu nanti bahagia atau sakit,Engkau sudah menyelipkan selembar hikmah yang tidak pernah salah adanya.Semoga..amin...

Friday, 11 October 2013

Ibunda

Tegar saja aku dalam sujudku.Berusaha untuk tidak menangis.Menguraikan idealisme,kelemahan dan keyakinan yang kupunya dalam bentuk doa.Dengan sadar aku meminta…Tiupkan nafas cinta-Mu ke dalam jiwa yang penuh sakit ini…
Pada satu titik aku lemah…padahal kalau aku melihat satu raut wajah itu aku akan kuat…Bukan aku tak meminta

kekuatan dari-Mu Tuhan…Tapi sepertinya Engkau menitipkan kekuatan itu melalui senyum dan wajahnya…Walau terkadang sakit ku melihatnya…Karena belum sanggup membahagiakannya dengan utuh…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Proses yang Engkau titipkan padanya begitu berat…Mulai dari Engkau titipkan badan ini di rahimnya…Hingga merelakannya tak tidur demi menjagaku…Pegal seluruh badannya karena harus mencucikan bajuku…Dan seribu kelelahan-kelelahan yang sebab akibatnya oleh karena anaknya ini...
Ibundaku,Ya Tuhan…
Ketika kecil kukuras semua perhatiannya demi aku tak menangis…Tapi begitu dewasa, ialah yang menangis diam-diam karena anaknya yang tak sering memperhatikannya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Dimana ketika anaknya tertidur lelap…diciumnya penuh kasih…menyesali telah memarahi buah hatinya hanya karena memecahkan sebuah gelas…Tak malu meminta maaf karena telah menyakiti hati anaknya…Tapi aku Tuhan…Setelah menyakiti hatinya sadar ataupun tidak sadar,aku tak pernah menciumnya…Lebih sering lupa meminta maaf…bahkan jarang menyesalinya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Masih rajin menyebutkan nama anak-anaknya dalam Doa…Masih menangisi anaknya yang sudah mulai menanggung beban hidup…Dan masih mengingat makanan kesenangan anak-anaknya…
Ibundaku,Ya Tuhan…
Dengan sadar aku meminta…Jadikanlah tiap bulir airmata yang jatuh demi anak-anaknya ini menjadi mata air surga di akhirat nanti…Jadikanlah setiap lelah karena mengurus anak-anaknya sebagai kasur dan bantal yang empuk di surga nanti…Dan jadikanlah wajah letihnya menjadi seperti Bidadari ataupun menjelma menjadi Malaikat yang sangat cantik …..

Sand Love Story

Relationships of all kinds are like sand held in your hand.Held loosely, with an open hand,The sand remains where it is.The minute you close your hand and squeeze tightly to hold on,the sand trickles through your fingers.You may hold onto some of it,but most will be spilled.A relationship is like that.Held loosely, with respect and freedom for the other person,it is likely to remain intact.But hold too tightly, too possessively,and the relationship slips away and its lost.
If you can't save the relationship,at least save your pride.
Some people come into our lives and quickly go.Some stay for awhile and leave footprints on our hearts.And we are never, ever the same.
There is one pain I often feel which you will never know because it is caused by the absence of you.....

I love Us,
Pretty

PAGI,SENJA

Aku suka membuka pagi dengan doa.Aku suka pagi dengan segala kesegarannya.Aku suka bau hijau dari tanaman.Aku suka matahari yang masih hangat cahayanya.Aku suka suara burung yang bersenandung.Aku suka pagi dengan kesibukan sederhana di dapur.Aku suka pagi dengan secangkir kopi.Aku suka pagi dengan air yang sejuk.Aku suka pagi denganmu melalui pesan singkat.Aku suka mencumbu pagi.Aku mabuk pagi.Tapi aku tak ingin pagi terlalu panjang.Aku tak mau terlalu menunggu senja terlalu lama.Karena aku lebih jatuh cinta pada senja.Dan selalu jatuh cinta pada matahari yang nyaris terbenam saat senja.Karena kekasih sejatiku adalah : Senja

Kekuatan sebait pesan singkat

Apa itu kegelisahan.Ia memenangkan perasaanku malam ini.Secanggih apapun tekhnologi yang aku genggam,tetap saja tidak bisa memunculkan sedetik kehadiranmu.Apa ini kegelisahan normatif?Ketika tak ada bunyi tanda pesan masuk,rasanya dada membuncah ingin meledak.Saraf-saraf tak lagi bekerja elastis.Tegang.
Aku hanya bisa memainkan huruf-huruf pada keypad handphone ku.Tertuju pada namamu yang ada di daftar kontak.Hanya ingin menekan huruf 'H-E-Y' saja rasanya seperti ketakutan.Membeku.Pun bila sempat tertekan,langsung tombol 'delate" lah yang paling keras kutekan.Apa ini?? Kita terbiasa melakukannya kan?
Tapi entah kenapa malam ini aku dimanipulasi rasa malu berlebihan.Takut yang meraja.Sampai kekuatan menguap entah kemana.Aku ini malu karena aku cinta.Cinta menggiring pada rasa malu dan takut yang begitu curam.Aku bisu selama berjam-jam.
Dada masih gelisah.Degupnya tak beraturan.Sialnya aku tak bisa apa-apa.Doa ku semakin kencang.Ya Tuhan,kalau aku tak bisa memulainya sekarang,semoga nanti aku bisa tiba-tiba berani,Amin.
Doa ditutup.Hati melunak.Gelisah melipir pelan-pelan.Aku sudah tenang.Sudahlah.Nanti saja.Jam 10 saja.Itupun jika aku masih terjaga.Sekalian mengirimkan sebuah lagu berjudul "Sabda Rindu" dari Glenn Fredly.Biar dia tahu malam ini aku ada di tengah lirik lagu itu.Dan di bagian lirik inilah aku terdiam disitu.

Kurindu lebih baik katakan apa adanya bila memang rindu

Kurindu, karena waktu takkan mampu berpihak pada perasaan yang meragu
Kurayu malam kubelai sunyi, bukan dengan rasa dendam
Luruhkan lara yang menikam kalbu
Maka bawalah salam penawar sendu



Sebesar itu rinduku.Sudah bukan warna abu-abu.Tapi bisaku apa.Hanya bolak-balik mendengarkan lagu itu.Sambil menunggu jam 10.Aku masih lemas.Waktu lambat.Masih jam 19.00.
9 menit kemudian handphone berbunyi,tanda pesan masuk.Tak ada harapan apapun.Ah,paling hanya pesan dari teman yang mau curhat tentang harinya.Pesan dibuka.Darah tersirap.Dada berdegup kencang.Gurat senang seketika muncul di wajahku.Ya,kamu.Itu kamu.Pesannya singkat.Hanya "Hallo".Tapi itu sudah mengembalikan kekuatanku!
Rinduku terbayar.Sebesar itukah kekuatan pesan singkat dari kamu??

I love us,
Pretty

BEDA

Aku hanya berusaha unuk menyatukan perbedaan.Aku hanya ingin kita seperti laut dan angin,yang bekerja sama untuk menciptakan ombak.Ketika laut mu tenang,aku pun datang sebagai angin sepoi-sepoi.Lalu kita bersenyawa menjadi riak ombak kecil nan riang,berlari-lari dibawah perahu kehidupan.
Tapi bila berbicara tentang kehidupan,aku selalu tertegun.Setiap detiknya adalah keajaiban.Seperti pertama menemukan diri kita yang terbalut ribuan perbedaan.Setiap inci tubuh,aura wajah,sorot mata,berucap,berbuat,berpikir dan berdoa,kita sejatinya tak pernah sama.Semua dibedakan agar jadi penanda,bahwa Tuhan punya jutaan formula untuk menunjukan kekuasaan-Nya sebagai Maha Pencipta.Aku tak pernah mempermasalahkannya.Karena berbeda itulah jalan menuju Cinta.Berbeda itu pengukur seberapa besar rasa cinta sebagai kekuatan untuk bertahan.Bebeda itu menghasilkan warna seperti pelangi.Berbeda itu menguatkan yang lemah.Berbeda itu mendekatkan yang jauh sekalipun.Dan berbeda itu adalah : KITA


I love us,
Pretty