Bilakah aku berhenti menghamba pada kesempurnaan dunia.Semakin cadung jiwa jauh berlayar,semakin dekat dengan pulang pada Sang Maha.Gerak-gerik terpaku takdir.Gembira,susah adalah warna pelangi.Airmata sudah biasa kutengguk bergelas-gelas seperti menikmati susu segar.Tertawa adalah cemilan manis yang jarang kusentuh karena harganya terlalu mahal untuk dibeli.Padahal tugasku ringan di dunia ini.Menikmati hal tadi dengan dahi yang tetap sujud.Tapi kadang aku pongah mengangkat dagu.Hingga urat-uratku terlihat menghijau.Aku lupa pada.tugasku bersujud.Dahiku bening hanya kasat mata manusia.Tapi di mata Sang Maha,dahiku sudah hitam legam karena tak pernah dibasuh dengan air dan cahaya.
Aku lalai.Lalai pada jalan lurus yang sudah ditunjukkan untuk pulang.Airmataku tidak kunikmati untuk menyesali dosa-dosa.Tertawaku menjurus pada pijar dunia yang memaku.Sesal terus melayang-layang seperti roh penasaran.Malu menyelendangi berhiaskan biduri nan pucat pasi.
Oh Sang Maha,berapa kilometer lagi aku harus melangkah terseok menuju jalan pulang?Tegarkanlah sebelum raga menua.Pulangkan aku dengan bentangan ridho-Mu...selendangi aku dengan tangis dan doa para manusia pilihan-Mu..amin...
kaya tipe2 lirik lagi KLA Project...gimana kalo kita bikin lagu skalian...laku kayanya peh...
ReplyDeletehahaha..masaaa?aing naha jad puitis kieu nyak?
Deletesok lah..saha nu wani mayar.publikasikeun.hikhikhik